Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Menkomdigi: Disinformasi Kesehatan Mengancam, Antivaksin Campak Jadi Perhatian Utama

Jakarta ; Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan pemerintah meningkatkan langkah pengawasan terhadap arus informasi menyesatkan di ruang digital. Penegasan ini disampaikan setelah melakukan sidak ke kantor Meta, Rabu, 4 Maret 2026.

Menkomdigi Meutya Hafid

Menurut Meutya, laporan mengenai disinformasi kesehatan terus meningkat dan menempati posisi teratas dalam temuan pemerintah.

“Disinformasi kesehatan menjadi yang paling dominan. Banyak dokter dan tenaga kesehatan menyampaikan kepada kami bagaimana misinformasi menyebabkan jatuhnya korban, bahkan hilangnya nyawa anak-anak,” ujarnya, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menyebut narasi antivaksin campak yang kembali marak belakangan ini turut menjadi perhatian serius pemerintah.

“Itu salah satu temuan yang kami pantau. Tapi cakupannya lebih luas dari itu,” tegas Meutya.

Selain sektor kesehatan, Menkomdigi menyoroti maraknya kejahatan digital, mulai dari penipuan hingga scamming yang menyasar masyarakat dari berbagai lapisan.

“Kejahatan digital adalah jenis disinformasi terbanyak kedua. Kerugian tidak hanya dialami kelompok menengah, tapi juga warga yang kondisi ekonominya paling rentan,” jelasnya.

Meutya juga mengingatkan bahwa disinformasi turut memperuncing polarisasi sosial.

“Konten-konten provokatif membuat masyarakat terpecah dan saling membenci. Ini berbahaya bagi persatuan dan menggerus nilai-nilai demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menegaskan bahwa hoaks dan disinformasi menjadi salah satu hambatan terbesar dalam meningkatkan cakupan vaksinasi campak di Indonesia.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads