Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata Segera Timteng
Jenewa . Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali menyerukan deeskalasi dan penghentian segera seluruh permusuhan di Timur Tengah. Hal ini ia sampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Melansir dari Xinhua, Selasa, 3 Maret 2026, Guterres menegaskan pentingnya dialog yang tulus dan negosiasi sesuai dengan Piagam PBB. Menurutnya, langkah tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk meredakan konflik yang kian memburuk.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, dalam pengarahan harian di Markas Besar PBB. Dujarric mengatakan posisi Sekjen yang sebelumnya disampaikan di Dewan Keamanan tetap relevan dengan kondisi di lapangan saat ini.
Menurutnya, kawasan sangat membutuhkan jalan keluar segera dari situasi yang semakin berbahaya. Dalam 48 jam terakhir, Guterres telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin regional.
Mereka semua termasuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi. Guterres memuji peran Oman dalam memediasi negosiasi damai.
Ia juga kembali menegaskan kecamannya terhadap serangan terhadap Iran maupun serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Selain itu, ia juga melakukan pembicaraan dengan para duta besar dari Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) selama akhir pekan.
Di tengah meningkatnya risiko krisis kemanusiaan, Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas bertambahnya jumlah korban sipil dan kerusakan infrastruktur sipil. Ia menekankan bahwa hukum humaniter internasional jelas mengatur bahwa warga sipil dan fasilitas sipil harus dilindungi setiap saat.
Ia melanjutkan bahwa PBB akan terus mendorong penyelesaian damai. Langkah itu bertujuan mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghindari dampak kemanusiaan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (*)


