Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Sepekan, Hampir 600 WNI Eks Penipu Daring Kamboja kembali ke Indonesia

Phnom Penh - Kepulangan WNI eks pekerja jaringan online scam (penipuan daring) di Kamboja ke tanah air dalam sepekan mencapai 590 orang. Ratusan WNI itu kembali ke Indonesia dalam periode 23 Februari – 1 Maret 2026.
Ratusan WNI eks pekerja jaringan online scam (penipuan daring) di Kamboja saat tiba di di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (Foto: Dokumentasi/KBRI Phnom Penh)

Dalam pernyataannya, KBRI Phnom Penh menyebut, angka ini meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 462 WNI. Sementara, total WNI yang telah difasilitasi kepulangannya oleh KBRI Phnom Penh sejak 30 Januari hingga 1 Maret 2026 mencapai 1.252 orang.

KBRI Phnom Penh memperkirakan jumlah sebenarnya lebih tinggi, mengingat masih terdapat WNI yang kembali secara mandiri tanpa melaporkan kepulangannya. Sejak terjadinya lonjakan kasus pada 16 Januari – 1 Maret 2026, jumlah WNI yang melapor langsung ke KBRI Phnom Penh mencapai 5.264 orang.


Jumlah tersebut telah melampaui total kasus WNI yang ditangani KBRI sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 5.088 orang. Dari total tersebut, KBRI Phnom Penh telah melakukan asesmen awal terhadap hampir seluruh WNI.

Sedangkan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya WNI yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). KBRI Phnom Penh berkoordinasi erat dengan aparat penegak hukum di dalam negeri.

Hal ini dilakukan untuk memastikan setibanya WNI di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan tingkat keterlibatan dalam sindikat penipuan daring. Untuk mempercepat kepulangan WNI, Pemerintah Kamboja juga telah memberikan keringanan denda keimigrasian kepada 2.884 WNI yang memiliki denda “overstay”.

KBRI mengimbau WNI yang telah memperoleh Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) serta keringanan denda untuk segera membeli tiket dan kembali ke Indonesia. Hingga saat ini Pemerintah Kamboja terus melakukan operasi pemberantasan jaringan penipuan daring di berbagai wilayah.

Serta, menargetkan bebas dari aktivitas online scam sebelum perayaan Tahun Baru Khmer pada pertengahan April 2026. KBRI Phnom Penh akan terus berkoordinasi dengan otoritas Kamboja dan instansi terkait di Indonesia guna memastikan pelindungan dan kepulangan WNI berjalan secara aman dan tertib.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads