Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Berikut Bahaya Asbes Untuk Kesehatan Yang Perlu Diperhatikan

Karawang: Bahaya asbes sering kali luput dari perhatian, padahal paparan material ini dapat memicu berbagai penyakit berbahaya, terutama pada sistem pernapasan. Oleh karena itu, jika memungkinkan hindari penggunaan asbes, terutama asbes yang sudah rusak.
Foto ; Asbes dijadikan atap rumah

Asbes adalah mineral tahan panas dan api yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan, seperti atap. Namun, di balik keunggulannya tersebut, asbes yang hancur atau rusak, bisa menghasilkan serat atau debu halus yang sangat mudah terhirup.

Jika sampai terhirup, serat asbes kemudian akan mengendap di dalam organ tubuh, terutama paru-paru, dan menyebabkan kerusakan. Akibatnya, timbul berbagai bahaya asbes.

Berikut beberapa bahaya asbes yang bisa memengaruhi Kesehatan, dilansir dari alodokter:

1. Asbestosis
Asbestosis adalah penyakit paru-paru akibat akumulasi serat asbes yang terhirup selama bertahun-tahun. Begitu berada di dalam paru-paru, serat asbes menyebabkan pembentukan jaringan parut (fibrosis).

Akibatnya, paru-paru menjadi kaku dan tidak lagi elastis sehingga Anda Menjadi sulit bernapas, bahkan mengalami gagal napas.

2. Kanker paru-paru
Paparan asbes, terutama dalam jangka panjang, meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru. Risiko ini bahkan akan meningkat berkali lipat bila Anda juga merokok.

Bahaya asbes satu ini bisa terjadi karena serat asbes yang tertanam di jaringan paru dapat memicu perubahan sel normal menjadi sel kanker.

Tanda awalnya sering tidak jelas, tetapi biasanya berupa batuk yang tak kunjung sembuh, nyeri dada, penurunan berat badan, hingga batuk darah.

3. Mesotelioma
Mesothelioma merupakan kanker langka dan sangat agresif yang menyerang mesothelium, yaitu selaput yang melapisi berbagai organ dalam tubuh.

Hampir seluruh kasus mesothelioma berhubungan dengan paparan asbes, bahkan pada paparan singkat atau dosis kecil.

Bahaya asbes ini berkembang dalam waktu puluhan tahun, sehingga baru terdiagnosis ketika kanker sudah berada pada stadium akhir. Pada tahap ini, barulah gejala mesothelioma biasanya muncul, seperti nyeri dada, sesak napas, batuk berdarah, atau perut membesar bila mengenai peritoneum.

4. Iritasi saluran napas
Ketika serat asbes terhirup, hal itu juga bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Gejala yang muncul meliputi batuk kronis, produksi dahak berlebih, nyeri dada, dan sesak napas terutama saat beraktivitas.

Pada anak-anak dan lansia, gangguan ini bahkan dapat memperburuk infeksi atau kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya.

5. Risiko pada sistem tubuh lain
Bahaya asbes tidak hanya terjadi pada paru-paru. Meski jarang, serat asbes juga bisa secara tidak sengaja tertelan. Ketika hal ini terjadi, saluran pencernaan bisa teriritasi dan risiko terjadinya gangguan saluran pencernaan bahkan kanker usus bisa meningkat.

Tak hanya itu, paparan serat asbes dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker di laring (pita suara) dan ovarium.(*)

Hide Ads Show Ads