Karawang Miliki Sejarah Perjuangan Panjang, Ini Faktanya
Karawang : Di tengah geliat Cikampek yang terus berkembang, berdiri sebuah monumen yang tak sekadar menjadi penanda ruang, tetapi juga penjaga ingatan.(19/4/26).
Tiga patung perwira TKR, Letkol Soeroto Koento, Letkol Sadikin, dan Letkol Moeffreini Moekmin, diabadikan sebagai simbol perjuangan yang pernah mengakar kuat di wilayah ini.
Ketiganya merupakan pimpinan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang berperan penting dalam mengorganisasi dan memimpin pasukan di Cikampek pada masa awal kemerdekaan, sekitar tahun 1945 hingga 1947. Pada masa itu, Cikampek bukan hanya jalur strategis, tetapi juga menjadi pusat konsolidasi kekuatan dalam menghadapi situasi pascakemerdekaan yang masih penuh ancaman.
Di kawasan ini dahulu berdiri Markas Komando Resimen TKR Jakarta Raya. Dari markas tersebut, para pejuang menyusun strategi, memperkuat barisan, dan menjaga semangat juang tetap menyala. Tak jauh dari sana, terdapat Lapang PI (Pasukan Inti), yang menjadi tempat berkumpul dan latihan para pejuang, ruang penting dalam membentuk kesiapan mereka di medan perjuangan.
Seiring berjalannya waktu, fungsi kawasan ini pun berubah. Bangunan yang dulunya menjadi markas komando kini telah beralih menjadi gedung Bank Negara Indonesia (BNI) Cikampek. Hingga kini, belum ada catatan resmi yang menjelaskan secara pasti kapan peralihan tersebut terjadi.
Informasi mengenai sejarah ini kembali mencuat melalui unggahan akun Facebook Arie Mochamad Azhari serta diskusi di grup Karawang Tempo Doeloe, yang menghidupkan kembali memori kolektif tentang jejak perjuangan di wilayah tersebut. Selain itu, beredar pula informasi bahwa monumen tiga pahlawan ini diresmikan oleh Wiranto saat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.(*)
