Menhub dan Dirut KAI Tinjau Evakuasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Bekasi : Penanganan korban menjadi prioritas utama, KNKT mulai lakukan penyelidikan mendalam.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin meninjau langsung proses evakuasi insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.
Penanganan korban dan keselamatan dipastikan menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan di lapangan.
Kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang menemper rangkaian KRL Commuter Line (PLB 5568A) relasi Kampung Bandan–Cikarang. Peristiwa ini terjadi di wilayah emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, Senin, 27 April 2026 malam, pukul 20.52 WIB.
"Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak. Saat ini kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga," ujar Menhub Dudy Purwagandhi Selasa, 28 April 2026.
Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit
Senada dengan Menhub, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memastikan bahwa seluruh korban dalam insiden tersebut telah mendapatkan penanganan medis.
"Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Kami terus melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin," jelas Bobby.
Mengenai penyebab pasti terjadinya insiden tersebut, pihak Kementerian Perhubungan maupun KAI menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Proses Investigasi mendalam akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
Layanan Stasiun Bekasi Timur Tutup Sementara
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa imbas dari insiden ini, operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi mengalami gangguan. Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang.
Sebagai langkah pengamanan teknis selama evakuasi rangkaian kereta, KAI menonaktifkan sementara aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur.
Petugas gabungan dari PT KAI dan pihak kepolisian saat ini masih bekerja di lapangan untuk mensterilisasi jalur.
Masyarakat yang sedianya akan melakukan perjalanan melalui Stasiun Bekasi Timur diimbau untuk menggunakan Stasiun Bekasi sebagai alternatif hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Pihak KAI memastikan akan memperbarui informasi secara berkala seiring dengan perkembangan penanganan di lokasi agar operasional kereta api dapat kembali normal secepatnya.(*)

