Pemerintah Ungkap Sebanyak 720 WNI Masih Tertahan di Timur Tengah, Kemlu RI Siapkan Evakuasi Lanjutan
Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau dan menangani kondisi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah, khususnya pasca eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan hingga saat ini sebanyak 2.285 WNI telah difasilitasi untuk melakukan repatriasi mandiri ke Indonesia.
"Jumlah ini di luar WNI jemaah umrah yang juga telah dipulangkan," ujar Heni kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Namun demikian, masih terdapat 720 WNI yang tertahan di berbagai wilayah Timur Tengah akibat gangguan penerbangan. Pemerintah melalui perwakilan RI terus melakukan penanganan dan menunggu ketersediaan jalur penerbangan yang aman.
Di Iran, Kemlu mencatat terdapat sekitar 281 WNI yang masih berada di wilayah tersebut, termasuk 35 anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal-kapal di pesisir Iran. Kedutaan Besar RI di Teheran terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI, baik yang menetap maupun yang bersifat non-residen.
Selain itu, pemerintah juga tengah mematangkan rencana evakuasi tahap lanjutan bagi WNI yang sebelumnya telah menyatakan kesediaan untuk dievakuasi. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan.
"Pergerakan WNI harus dipastikan melalui rute yang aman, baik menuju titik kumpul maupun ke negara tujuan evakuasi," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, terdapat sekitar 892 ABK WNI yang berada di kawasan Timur Tengah. Namun hingga kini belum ada data pasti terkait jumlah ABK yang berada di wilayah Selat Hormuz.
Kemlu menegaskan seluruh perwakilan RI di kawasan terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan para WNI guna memastikan keselamatan mereka di tengah dinamika situasi regional.(*)
