Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Teheran Desak AS Hentikan Tuntutan Berlebihan

Teheran ; Diplomasi Intensif: Nasib Perdamaian di Tangan Washington
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei pada Konfrensi damai Islamabad Minggu 12 April 2026 (Foto: BBC News)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru perundingan damai dengan Amerika Serikat. 

Melalui pernyataan di media sosial, Baqaei menggambarkan proses negosiasi yang sedang berlangsung berjalan sangat "intensif", namun tetap berada di ambang ketidakpastian.

Baqaei menegaskan bahwa keberhasilan dialog ini sepenuhnya bergantung pada niat baik dan keseriusan pihak lawan. Ia mendesak Washington untuk segera menghentikan apa yang ia sebut sebagai "tuntutan berlebihan dan permintaan ilegal".

"Keberhasilan negosiasi ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik dari pihak lawan," tegas Baqaei.

Iran menuntut agar Amerika Serikat mengakui hak-hak dan kepentingan sah mereka sebagai syarat mutlak kesepakatan. Adapun agenda strategis yang menjadi meja perundingan meliputi:

• Keamanan Selat Hormuz: Jalur perdagangan energi dunia yang krusial.

• Program Nuklir Iran: Kelanjutan status dan pengawasan teknis.

• Penghentian Perang: Upaya mencapai resolusi damai total bagi konflik di Iran.

Sementara itu pertemuan Islamabad kini menunggu Keputusan Gedung putih, Dimana Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance JD Vance, dijadwalkan akan memberikan pernyataan resmi dalam konferensi pers dalam waktu dekat. Respon dari pihak Amerika Serikat diprediksi akan menjadi penentu arah stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah ke depannya.(*)

Hide Ads Show Ads