Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kabar Baik dari Dinkes Karawang Ungkap Angka Kematian ibu Anak Ada Penurunan

Karawang ; Dinkes Karawang mencatat angka kematian ibu dan bayi pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.(18/5/26).
Foto sebatas ilustrasi

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah mengatakan, angka kematian ibu pada 2025 tercatat sebanyak 39 kasus. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 42 kasus.

“Alhamdulillah di tahun 2025 ada penurunan kematian ibu dan bayi di Kabupaten Karawang,” ujar Nurmala.

Selain itu, angka kematian bayi juga turun. Pada 2024 tercatat 236 kasus kematian bayi, sedangkan pada 2025 menjadi 203 kasus.

Menurut Nurmala, penyebab utama kematian ibu masih didominasi penyakit penyerta atau komplikasi non-obstetri pada ibu hamil. Sementara kem4tian bayi banyak disebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dan gangguan pernapasan atau asfiksia pada usia 0 hingga 6 hari.

“Kasus kematian bayi paling banyak terjadi karena BBLR dan asfiksia. Sedangkan kematian ibu rata-rata dipicu penyakit penyerta yang dialami ibu hamil,” katanya.

Untuk menekan angka kem4tian ibu dan bayi, Dinkes Karawang memperkuat berbagai program pelayanan kesehatan, mulai dari skrining layak hamil, pemeriksaan kehamilan berkualitas, pendampingan ibu hamil risiko tinggi, hingga penguatan layanan rujukan.

Selain itu, Dinkes juga meningkatkan kapasitas tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) serta menyiapkan alat penanganan bayi risiko tinggi di fasilitas kesehatan.

“Jadi memang secara komprehensif kita lakukan pendampingan mulai sebelum hamil, saat hamil, sampai setelah melahirkan,” ucapnya.

Ia berharap tren penurunan angka kem4tian ibu dan bayi dapat terus berlanjut pada 2026 melalui kolaborasi tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar angka kem4tian ibu dan bayi di Karawang terus menurun,” tandasnya.(*)

Hide Ads Show Ads