Sederet Artis Tampil Dalam "Peuting Munggaran" di Gedung Sate, Ribuan Manusia Tumpah Ruah
Bandung : Gedung Sate menjadi lautan penonton saat drama kolosal “Peuting Munggaran” digelar sebagai puncak Milangkala Tatar Sunda 2026 (19/5/26).
Pagelaran budaya itu sukses mencuri perhatian karena menghadirkan banyak seniman dan artis nasional di atas satu panggung.
Sutradara sekaligus budayawan Sujiwo Tejo tampil langsung memerankan Sunan Kalijaga.
Kehadirannya membuat pertunjukan terasa lebih kuat dengan sentuhan filosofi dan nilai kehidupan khas Nusantara.
Tak hanya itu, aktor Teuku Rifnu Wikana tampil memukau sebagai Prabu Siliwangi. Penampilannya mendapat banyak pujian karena berhasil menghadirkan sosok pemimpin Pajajaran yang tegas namun penuh kebijaksanaan.
Coki Sitohang juga tampil berbeda dengan memerankan Presiden Soekarno. Sementara Oni SOS menjadi tokoh Marhaen, petani kecil yang menggambarkan kehidupan rakyat sederhana.
Suasana semakin emosional ketika Tri Utami dan Hety Koes Endang menyanyikan tembang-tembang Sunda yang dipadukan dengan iringan musik MK9. Banyak penonton terlihat larut dalam suasana hingga beberapa kali terdengar tepuk tangan panjang dari area penonton.
Drama selama 2,5 jam itu menyampaikan banyak pesan moral, mulai dari pentingnya menjaga alam, memimpin dengan hati, hingga menghidupkan nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh dalam kehidupan masyarakat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi seluruh seniman yang terlibat. Menurutnya, pagelaran budaya seperti ini menjadi bukti bahwa seni tradisional masih mampu menarik perhatian masyarakat modern.
Kesuksesan “Peuting Munggaran” juga menjadi sinyal bahwa pertunjukan budaya Sunda masih memiliki tempat besar di hati masyarakat Jawa Barat, terutama generasi muda yang mulai kembali tertarik mengenal sejarah dan budaya daerahnya.(*)
