Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Bentrokan di Menteng Dipicu keributan di Warung Nasi Uduk

Jakarta; Kepolisian mengungkap kronologi bentrokan antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya kritis.
Foto ilustrasi akisi Tawuran

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai keributan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

"Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng menerima laporan tadi pagi sekitar pukul 10.00 terkait perkelahian atau keributan yang terjadi antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan," kata Roby dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Roby menjelaskan bentrokan diduga dipicu perselisihan di sebuah warung penjual sarapan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, salah satu kelompok datang untuk membeli sarapan, namun diduga tidak terlayani dengan baik sehingga terjadi cekcok.

Kelompok tersebut kemudian meninggalkan lokasi sambil menggeber sepeda motornya.

Tidak lama berselang, mereka kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak penjual nasi uduk.

"Dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, sehingga terjadilah keributan," ujarnya.

Saat bentrokan berlangsung, petugas kepolisian berupaya melerai dan menghentikan aksi kedua kelompok.

Namun karena banyaknya orang yang terlibat, bentrokan tetap menimbulkan korban.

Roby mengatakan dua korban dievakuasi dari lokasi kejadian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Lebih lanjut, satu korban meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," katanya.

Selain korban, polisi juga mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan.


Polisi masih mendalami identitas para pihak yang terlibat serta status keberadaan mereka di lokasi tersebut.

"Yang kita tahu mereka tinggal di sini, menempati lokasi itu. Namun untuk legalitas ataupun status mereka di tempat ini masih dalam proses pendalaman," kata Roby.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan puing bangunan dan kendaraan yang terbakar, jejak darah, serta batu yang berlumuran darah.

Namun hingga kini polisi belum menemukan senjata tajam yang digunakan dalam bentrokan tersebut.

"Untuk saat ini kita belum menemukan ada senjata tajam yang digunakan atau yang kita temukan di lokasi," ujarnya.(*)

Hide Ads Show Ads