Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Bocah Super Hebat Kelas 6 SD Berhasil Retas Sistem NASA

Boyolali: Ia bernama Ibrahim Al Abrar, seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali, baru saja mengukir prestasi tingkat dunia.(19/7/26).

Ibrahim Al Abrar, seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali,
Ibrahim Al Abrar, seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali,

Ia berhasil mendapatkan Letter of Recognition (LOR) resmi dari program NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP) di platform Bugcrowd setelah sukses menemukan celah keamanan di sistem siber badan antariksa Amerika Serikat tersebut.

Kisah di balik prestasi ini sangat menggugah hati.

Ibrahim ternyata baru mendalami dunia cyber security selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Ia murni belajar secara otodidak melalui Youtube, kecerdasan buatan (AI), dan aktif di berbagai forum daring.

Ayahnya, Aminudin Salas (36), memang seorang guru teknik komputer di SMK, namun uniknya sang ayah justru tidak terlalu paham soal coding atau pemrograman.

Pada awalnya, Ibrahim hanya belajar melalui layar smartphone.

Karena dirasa terlalu kecil dan kurang memadai, sang ayah akhirnya membelikan sebuah PC (komputer) bekas seharga Rp 2 juta.

Dari PC "spek kentang" inilah perjalanan peretasannya dimulai.

Berbekal PC sederhana tersebut, Ibrahim terus mengasah kemampuannya mencari celah keamanan (bug hunting) di berbagai situs web.

Ketekunannya membuahkan hasil.

Ibrahim sukses menemukan celah keamanan berjenis broken link hijacking di salah satu situs digital resmi milik NASA.

Sebagai peretas topi putih (white hat hacker), ia tidak merusak situs tersebut.

Ibrahim justru melaporkan temuan tersebut melalui platform Bugcrowd, sesuai dengan prosedur resmi yang ditetapkan oleh NASA.

Kesabaran Ibrahim menunggu proses verifikasi akhirnya berbuah manis.

Sekitar dua bulan setelah laporan dikirimkan, pihak NASA merespons dan secara resmi mengirimkan surat pengakuan (LOR) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Ibrahim dalam menjaga keamanan sistem digital mereka.

Kisah Ibrahim menjadi bukti nyata bahwa bakat, ketelatenan, dan tekad yang kuat dapat mengalahkan segala keterbatasan.

Fasilitas yang serba "seadanya" bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan justru menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi kelas dunia.(*)

Hide Ads Show Ads