Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Eskalasi Perang: Ukraina Luncurkan 400 Drone ke Moskow

Moscow; Serangan drone masif menyasar ibu kota Rusia di tengah ketegangan politik domestik yang mendera pemerintahan Presiden Volodymyr Zelenskyy.
sebuah bangunan tempat tinggal terbakar setelah serangan udara Rusia di Kramatorsk, wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 20 Juli 2026. (Foto: Layanan Darurat Ukraina via AP)
sebuah bangunan tempat tinggal terbakar setelah serangan udara Rusia di Kramatorsk, wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 20 Juli 2026. (Foto: Layanan Darurat Ukraina via AP)

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak setelah otoritas Moskow melaporkan serangan drone berskala besar pada Senin 20 Juli 2026. 

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan bahwa lebih dari 400 pesawat nirawak (drone) diluncurkan oleh militer Ukraina menuju ibu kota Rusia sejak Minggu 19 juli malam hingga Senin pagi.

Serangan udara tersebut merupakan balasan atas gempuran rudal balistik Rusia yang menghantam Kyiv dan sejumlah kota di Ukraina dalam beberapa hari terakhir. Pola serangan saling balas ini kian menjauhkan harapan akan adanya perundingan damai dalam konflik yang telah memasuki tahun keempat tersebut.

Dampak Kerusakan dan Korban
Andrei Vorobyov, kepala wilayah sekitar Moskow, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 10 warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Sejumlah infrastruktur sipil dan bangunan tempat tinggal dilaporkan mengalami kerusakan.

Salah satu titik terdampak adalah kawasan industri Yuzhnye Vrata, yang terletak sekitar 30 kilometer di selatan Moskow, di mana serangan tersebut memicu kebakaran hebat. 

Laporan dari outlet berita Astra juga menyebutkan adanya kobaran api di sebuah depot minyak di Podolsk, meskipun pihak berwenang Rusia belum memberikan konfirmasi resmi terkait lokasi tersebut.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim bahwa pasukannya berhasil menghantam fasilitas logistik dan depot minyak di wilayah Moskow, yang berjarak lebih dari 400 kilometer dari perbatasan Ukraina. 

Zelenskyy juga mengklaim keberhasilan serangan terhadap dua kapal milik armada bayangan Rusia yang mengangkut minyak sanksi, serta empat kapal kargo di Laut Hitam.

Tantangan Politik Domestik Zelenskyy
Di tengah eskalasi militer, Presiden Zelenskyy kini menghadapi tantangan serius di dalam negerinya. Pemerintahan Kyiv tengah diguncang krisis politik pasca perombakan kabinet pekan lalu yang memperlihatkan keretakan hubungan antara kelompok militer lama dan para inovator muda.

Zelenskyy dijadwalkan melakukan pembicaraan krusial pada Senin ini guna meredam protes publik. Keputusan mengganti Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov (35) dan tetap mempertahankan Jenderal Oleksandr Syrskyi (60) sebagai panglima angkatan bersenjata memicu gelombang demonstrasi di jalanan. Pemerintah harus meyakinkan masyarakat bahwa perombakan ini tidak akan mengganggu efektivitas pertahanan negara.

Intensitas Rudal Balistik Rusia
Pakar di Institute for the Study of War (ISW), lembaga pemikir yang berbasis di Washington, mencatat adanya perubahan strategi dari pihak Rusia. Dalam laporan yang dirilis Minggu malam, ISW menyoroti bahwa intensitas penggunaan rudal balistik oleh Rusia di bulan Juli telah melampaui kapasitas produksi bulanan mereka.

"Rusia tampaknya mulai menguras cadangan stok rudal balistik untuk meningkatkan daya hancur serangan mereka. Rudal-rudal ini memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan drone atau rudal jelajah," tulis laporan tersebut.

Sementara itu, pihak berwenang Ukraina melaporkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan 81 dari 94 drone jarak jauh Rusia yang diluncurkan semalam. Namun, sisanya bersama dengan rudal Rusia menyebabkan kerusakan di setidaknya sembilan lokasi berbeda.

Hingga berita ini diturunkan, klaim dari masing-masing pihak tidak dapat diverifikasi secara independen oleh media internasional, mengingat situasi yang terus berubah di medan pertempuran.

Hide Ads Show Ads