Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

FIFA Intervensi, Folarin Balogun Bisa Melawan Belgia di 16 Besar

Folarin Balogun sempat dikartu merah saat Amerika Serikat menang atas Bosnia dan Herzegovina, namun kini ia bisa tampil di 16 besar Piala Dunia 2026.

Folarin Balogun, striker Timnas Amerika Serikat.

Folarin Balogun dapat diturunkan saat menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle, Amerika Serikat (AS), setelah sanksi larangan bermain satu pertandingan yang dijatuhkan kepadanya ditangguhkan. 

Laga AS melawan Belgia di Seattle Stadium pada Senin (06/07/2026) akan disiarkan TVRI Nasional dan TVRI Sport pada Selasa (07/07/2026) pagi mulai pukul 06.00 WIB. 

Balogun, bintang dan penyerang Timnas AS, sempat dikeluarkan dari lapangan saat timnya meredam Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar pada 1 Juli lalu. Namun ia berhasil terhindar dari hukuman larangan bermain di babak 16 besar.

Mantan pemain muda Arsenal FC—yang memenuhi syarat membela AS karena lahir di negara tersebut saat usia kehamilan ibunya sudah terlalu tua untuk melakukan perjalanan udara keluar negeri—mendapat kartu merah langsung akibat pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic. 

Hukuman atas kartu merah tersebut adalah larangan bermain otomatis selama satu pertandingan sesuai Pasal 10.5 Peraturan Turnamen FIFA. 

Awalnya Balogun tidak langsung diberi kartu merah. Namun, wasit Raphael Claus mendapat masukan dari VAR untuk meninjau kembali insiden tersebut. 

Setelah melihat tayangan ulang kejadian di monitor tepi lapangan, wasit asal Brasil itu memutuskan bahwa Balogun telah melakukan “pelanggaran berat” dan harus dikeluarkan dari pertandingan. 

Dalam keadaan normal, keputusan tersebut tidak dapat diajukan banding. Tetapi, kini tampaknya Balogun bisa bermain melawan Belgia karena sanksi larangannya ditangguhkan. 

FIFA sendiri telah mengonfirmasi melalui sebuah pernyataan resmi bahwa sanksi larangan bermain bagi sang penyerang ditangguhkan selama satu tahun. Berikut pernyataan FIFA:

“Komite Disiplin FIFA telah menjatuhkan sanksi berikut kepada pemain Tim Nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang dikeluarkan dari lapangan akibat kartu merah langsung dalam pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia-Herzegovina yang berlangsung pada 1 Juli 2026 di San Francisco Bay Area Stadium: Larangan bermain dalam satu pertandingan karena pelanggaran terhadap Pasal 14 dan 66 Kode Disiplin FIFA (FDC).

“Sesuai dengan pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan larangan bermain tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun. Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain yang serupa sifat dan tingkat keparahannya selama masa percobaan tersebut, penangguhan akan dicabut dan sanksi akan diberlakukan, tanpa mengurangi kemungkinan adanya sanksi tambahan atas pelanggaran baru tersebut.”

Balogun pun tidak mampu menahan kegembiraan begitu mengetahui sanksi terhadap dirinya dicabut dan ia bisa membela AS menghadapi Belgia di 16 besar.

“Rasanya seperti naik rollercoaster, ada berbagai macam emosi yang muncul. Saya sempat merasa sedih, lalu senang. Sejujurnya, rasanya seperti mimpi,” ujar Balogun, top scorer Timnas AS dengan tiga gol, kepada para wartawan sebelum sesi latihan pada Jumat (03/07/2026) lalu.

“Yang jelas, hal terpenting yang perlu saya sampaikan adalah bahwa kejadian itu sama sekali tidak disengaja—sesuatu yang saya yakin sudah diketahui banyak orang. Menurut saya, keputusan itu tidak tepat. Saya rasa kartu kuning sudah cukup adil.”

Awalnya, Balogun diproyeksikan untuk memainkan peran penting di luar lapangan. Namun kini tampaknya ia akan menempati posisi yang lebih krusial dalam skuad asuhan Mauricio Pochettino.

Pelatih asal Argentina itu dan kapten Timnas AS Christian Pulisic juga berpendapat bahwa Balogun seharusnya tidak diganjar kartu merah sejak awal. 

“Menurut saya? Itu sama sekali bukan pelanggaran kartu merah. Sama sekali tidak ada niat untuk menginjak pemain lawan. Itu adalah tindakan wajar dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja,” ucap Pochettino. "

“Jujur saja, ini sangat disayangkan. Kalau melihat kembali kejadian itu, hukumannya terasa sangat berat. Saya sudah bilang padanya bahwa dia telah banyak berjasa bagi kami, dan kini kami akan mendukungnya,” kata Pulisic.(*)

Hide Ads Show Ads