Irene Apresiasi Film Indonesia Lolos ke Shanghai International Film Festival 2026
Jakarta :Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mengapresiasi keberhasilan film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) yang berhasil lolos ke ajang bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti meningkatnya daya saing perfilman Indonesia di pasar internasional. Apresiasi itu disampaikan Irene usai menghadiri preview screening film garapan Matta Cinema Production dan Ruang Basbeth Bercerita, pada Jumat, 17 Juli 2026.
"Selamat atas pencapaian film Indonesia yang mengangkat kehidupan dari berbagai sisi anak, dewasa, dan orang tua dengan penyajian sinematik yang menarik. Dengan cerita yang berkualitas tentu film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang memiliki daya saing untuk menjangkau layar internasional," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima , Sabtu, 18 Juli 2026.
Film yang diadaptasi dari novel karya Wisnu Suryaning Adji tersebut mengangkat dinamika keluarga Tionghoa-Indonesia yang pernah mengalami trauma identitas etnis. Ceritanya menghadirkan pesan tentang keluarga, kemanusiaan, keberagaman, dan harmoni sosial yang dinilai relevan bagi penonton di berbagai negara.
Kementerian Ekraf memandang keberhasilan film tersebut menembus SIFF 2026 sejalan dengan upaya memperkuat posisi industri perfilman nasional di kancah global. Karena itu, pemerintah terus mendorong lahirnya karya-karya orisinal yang mampu bersaing di festival internasional sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem perfilman nasional, mulai dari dukungan terhadap kreativitas sineas, pengembangan jejaring internasional, hingga perluasan peluang distribusi karya Indonesia ke pasar global.
Optimisme terhadap perkembangan industri perfilman nasional juga didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat subsektor film, animasi, dan video menjadi sektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025, yakni mencapai 17,59 persen.
Di akhir acara, Irene turut mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap perfilman nasional dengan menonton My Own Last Supper atau Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang saat film tersebut tayang. Menurutnya, dukungan publik menjadi salah satu faktor penting agar semakin banyak karya sineas Indonesia mampu menembus pasar internasional.(*)
