Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kembali Terjadi di Garut, Puluhan Santri Alami Keracunan Diduga usai Santap MBG

Garut : Keracunan yang diduga dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut kembali terulang. Sebanyak 27 orang santri Pasantren Al-Almansuriyah yang ada di RT 04 RW 05 Kp Cigaluh Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut mengalami keluhan mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah menyantap hidangan makanan MBG.

Sejumlah santri yang mengalami keracunan MBG saat mendapat perawatan medis di Puskesmas Cibatu Garut
Sejumlah santri yang mengalami keracunan MBG saat mendapat perawatan medis di Puskesmas Cibatu Garut

"Ya betul ada sekitar 27 orang dari 50 santri yang mendapatkan jatah MBG mengalami keracunan," kata Kepala Desa Mekar Sari Asep Sadili, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia mengatakan, seluruh korban keracunan saat ini sudah ditangani oleh tenaga medis dari Puskesmas Cibatu dan juga dari Dinas Kesehatan Garut. "Kini seluruh korban sudah ditangani oleh tenaga medis setempat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan pemerintah daerah langsung melakukan pemantauan begitu menerima laporan adanya dugaan keracunan tersebut. Berdasarkan data sementara, tiga pasien pertama datang ke Puskesmas Cibatu sekitar pukul 13.00 WIB. Jumlah pasien kemudian bertambah menjadi 23 orang sekitar pukul 15.00 WIB dan terus meningkat hingga mencapai total 27 orang pada Rabu malam.

"Hari ini kami memonitor terkait dengan kejadian keracunan. Dari jam satu tadi ada tiga orang yang masuk, kemudian sekitar jam tiga bertambah lagi jadi 23, dan hari ini total ada 27 orang yang kita temui," katanya.

Menurutnya, seluruh pasien langsung mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Para korban dipusatkan di Puskesmas Cibatu agar kondisi kesehatannya dapat dipantau secara intensif. Apabila empat warga yang masih dalam pendataan turut menjalani pemeriksaan dan dinyatakan mengalami kondisi serupa, maka jumlah warga yang diduga terdampak dapat mencapai 31 orang.

Salah seorang korban, Widia, mengaku mulai mengalami diare, muntah, dan buang air besar terus-menerus sejak malam hari setelah mengonsumsi makanan MBG milik adiknya. "Saya diare, muntah-muntah, sama buang air besar terus dari malam. Saya pikir itu lambung, ternyata teman-teman yang lain juga sama," katanya.

Ia mengatakan menu yang dikonsumsinya terdiri dari tempe, telur ceplok, dan sayur sop. Ia mengaku tidak menemukan tanda-tanda makanan dalam kondisi basi atau mencurigakan saat disantap. Namun beberapa jam kemudian, gejala mulai dirasakan.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Garut bersama tenaga kesehatan terus memantau kondisi para korban sekaligus melakukan pendataan terhadap warga lain yang diduga mengalami gejala serupa.(*)

Hide Ads Show Ads