Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Perempuan Waspada! Ini Alasan Kamu Lebih Rentan Autoimun

Jakarta: Penyakit autoimun bisa menyerang siapa saja. Tapi faktanya, perempuan jauh lebih rentan.

Perempuan Waspada! Ini Alasan Kamu Lebih Rentan Autoimun
Perempuan Waspada! Ini Alasan Kamu Lebih Rentan Autoimun

Seberapa Besar Risikonya?
Data dari IPB menyebut di Asia Tenggara termasuk Indonesia, prevalensi autoimun 3-5%.
80% penderitanya adalah perempuan.

Studi di jurnal Evolutionary Applications 2020 bahkan menyebut risiko perempuan terkena autoimun 4 kali lebih tinggi dibanding laki-laki.

Melansir dari studi jurnal, Jumat (24/7/26), Kenapa Perempuan Lebih Rentan? Ini 4 Faktor Utamanya

1. Hormon & Antibodi Lebih Tinggi
Perempuan punya kadar antibodi lebih tinggi dari laki-laki. Padahal antibodi ini erat kaitannya dengan autoimun.
Buktinya: setelah melahirkan dan semakin banyak kehamilan, kadar antibodi + kasus autoimun ikut naik.

2. Faktor Kromosom X
Perempuan punya 2 kromosom X. Salah satu gen di kromosom X berperan mengatur sistem imun. Ini diduga membuat respons imun perempuan lebih "aktif".

3. Faktor Genetik
Autoimun memang diturunkan. Kalau ada riwayat di keluarga, risikonya meningkat.

4. Faktor Pemicu: Stres, Kelelahan & Lingkungan
Pakar Reumatologi UGM, dr. Nyoman Kertia menyebut 3 pemicu utama kambuh:
1. Kelelahan - Jaga energi biar tidak kambuh
2. Stres - Tekanan akademik & beban hidup jadi pemicu dominan, terutama di kalangan mahasiswa
3. Paparan matahari berlebih - Bisa pakai payung, baju pelindung, atau sunscreen

Faktor lain: polusi udara, pola makan buruk, dan mikrobioma.

Lalu Harus Bagaimana?
Prof. Ronny Rachman Noor dari IPB menekankan, obat saja tidak cukup. Perlu gaya hidup sehat:
- Pola makan antiinflamasi
- Tidur cukup & kelola stres
- Hindari rokok
- Catat pemicu gejala
- Rutin kontrol ke dokter reumatologi/imunologi

Pengobatan bisa berupa NSAID, kortikosteroid, imunomodulator, atau terapi khusus seperti insulin untuk diabetes tipe 1.

Kesimpulan
Penyebab pastinya belum diketahui. Tapi kombinasi biologis, hormonal, dan genetik membuat perempuan lebih rentan.
Kuncinya: deteksi dini + gaya hidup sehat + kelola stres untuk mengendalikan autoimun sejak awal.(*)

Hide Ads Show Ads