Presiden Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih Beroperasi Tahun Ini
Jakarta ;Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir 2026. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat perekonomian desa, memperpendek rantai distribusi barang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan koperasi yang telah mulai beroperasi selama sekitar satu setengah bulan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan listrik, air bersih, dan akses internet. Meski demikian, pemerintah terus melakukan pembenahan agar seluruh koperasi dapat beroperasi secara optimal.
"Saya mendapat laporan akhir tahun ini kita bisa selesaikan 30 ribu koperasi desa dan kelurahan Merah Putih. Sekarang ini jarang ada negara yang berhasil membuat 30 ribu koperasi, karena koperasi ini adalah koperasi operasional, bukan koperasi di atas kertas," kata Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Presiden menjelaskan, setiap Koperasi Merah Putih akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti gudang penyimpanan, cold storage (ruang pendingin), gerai kebutuhan pokok, hingga bengkel untuk perbaikan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Menurutnya, fasilitas tersebut akan membantu petani menyimpan hasil panen agar tidak rusak serta mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dan layanan ekonomi di tingkat desa.
Selain itu, koperasi juga akan menyediakan obat generik dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Prabowo menegaskan seluruh barang bersubsidi yang disalurkan melalui koperasi merupakan hak rakyat dan tidak boleh diperjualbelikan di luar ketentuan.
Presiden menilai keberadaan Koperasi Merah Putih akan memperkuat sistem rantai pasok nasional dari pemerintah pusat hingga ke desa. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memantau ketersediaan barang di berbagai daerah sehingga lebih cepat mengantisipasi kelangkaan dan mengendalikan inflasi.
Presiden Prabowo berharap pengembangan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi penggerak ekonomi desa, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil melalui sistem distribusi yang lebih efisien dan terintegrasi.(*)
