Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Jakarta : Prajurit Koops TNI Habema mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka. Kedua korban ditemukan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Koops TNI Habema evakuasi jenazah 2 warga sipil yang ditembak OPM di Yahukimo (
Koops TNI Habema evakuasi jenazah 2 warga sipil yang ditembak OPM di Yahukimo

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna mengatakan, proses evakuasi melibatkan sejumlah personel. Mereka terbagi dalam unsur evakuasi dan pengamanan.

Menurutnya, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena kondisi medan pegunungan, cuaca, debit sungai. Serta situasi keamanan yang masih berpotensi membahayakan.

"Lokasi jenazah diketahui telah berpindah ke bawah Jembatan Kali Ahom. Tidak jauh dari ruas Jalan Trans Papua yang menjadi lokasi terjadinya aksi penembakan," kata Letkol Wirya dalam keterangannya, dikutip Sabtu 25 Juli 2026.

Saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi, keberadaan kelompok OPM sempat terdeteksi. Kontak tembak antara personel TNI dan kelompok tersebut pun terjadi di sekitar area kejadian.

"Meski demikian, personel Koops TNI Habema tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim dan memastikan proses evakuasi dapat dilanjutkan," ujarnya. Setelah situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman, personel Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah korban.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. "Sementara satu orang perempuan dari Suku Unaukam hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," kata Wirya.

Berdasarkan laporan lapangan, satu orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas dalam kontak tembak tersebut. Sementara seluruh personel TNI yang terlibat dalam operasi berhasil menyelesaikan tugas tanpa korban.

Letkol Wirya menegaskan, proses evakuasi tersebut merupakan bentuk kepedulian negara terhadap setiap warga yang menjadi korban kekerasan. Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga beserta jajaran turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Kehilangan orang-orang tercinta akibat tindak kekerasan merupakan luka yang mendalam. Tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Papua yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai," kata Yudha.

Koops TNI Habema menegaskan perlindungan terhadap masyarakat Papua akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, Koops TNI Habema menyatakan akan menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi bagi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

Hide Ads Show Ads