Ketua STIE Budi Pertiwi Karawang Minta Wisudawan Tetap Jadi Manusia yang Berdampak
Karawang: Sebanyak 161 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Teknik (STTK) Budi Pertiwi Karawang resmi menyandang gelar akademik setelah mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Karawang, Sabtu 15 Agustus 2026.
Dari total 161 wisudawan dan wisudawati tersebut, sebanyak 133 merupakan lulusan program sarjana ekonomi, sementara 28 lainnya merupakan lulusan program teknik.
Ketua STIE Budi Pertiwi Karawang, Fajarudin Pakpahan, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni untuk menerima ijazah, melainkan menjadi momentum bagi para lulusan untuk memulai perjalanan baru di tengah perubahan zaman.
“Hari ini bukan hari biasa. Hari ini bukan sekadar menerima toga dan ijazah. Hari ini adalah hari ketika saudara menyatakan kepada dunia bahwa saya siap melangkah,” ujarnya.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak menganggap wisuda sebagai akhir dari perjuangan. Menurutnya, perkembangan teknologi, otomatisasi, hingga kecerdasan buatan (AI) akan terus mengubah dunia kerja, tetapi peran manusia tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut.
Karena itu, ia mendorong para lulusan STIE dan STTK Budi Pertiwi untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan pernah berpikir bahwa hari ini adalah akhir dari perjuangan. Teknologi berkembang, otomatisasi berkembang, kecerdasan buatan berkembang. Tetapi ingat, teknologi dan manusia tetap memiliki peranan,” katanya.
Khusus bagi lulusan ekonomi, Fajarudin menekankan bahwa ilmu ekonomi tidak semata-mata berkaitan dengan angka. Lebih dari itu, ekonomi berkaitan erat dengan kehidupan manusia, kesempatan kerja, kesejahteraan keluarga, serta bagaimana sumber daya dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.
Ia juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
“Di balik toga saudara ada air mata orang tua. Di balik ijazah saudara ada pengorbanan keluarga, ada doa yang dipanjatkan, ada biaya yang dikeluarkan, ada waktu yang dikorbankan dan ada harapan yang dititipkan,” tuturnya.
Fajarudin berpesan agar para lulusan tetap mengingat keluarga ketika kelak mencapai kesuksesan, memperoleh jabatan, maupun menjadi seorang pemimpin.
“Jika nanti saudara sukses, jangan lupa mereka. Jika nanti saudara menjadi pemimpin atau mendapatkan jabatan, jangan lupa kepada mereka. Doa orang tua yang mengantarkan saudara sampai ke tempat saudara berdiri hari ini,” pesannya (*)
