Seratus Desa Lebil Bakal Jalankan Pilkades di Kabupaten Majalengka
Majalengka: Riak demokrasi desa mulai terasa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Meski waktu pelaksanaan masih menyisakan jeda hingga 2027, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama DPRD setempat telah menggulirkan pembahasan awal terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan diikuti ratusan desa.(2/8/26).
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan proses persiapan saat ini tengah berjalan. Salah satunya terkait penentuan jadwal pasti yang masih dalam tahap koordinasi lintas lembaga.
"Yang pasti akan dilaksanakan tahun 2027. Persis waktu dan tanggalnya nanti akan kita diskusikan lebih lanjut bersama DPRD," ujar Bupati Eman Suherman, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Berdasarkan data awal, terdapat lebih dari seratus desa yang akan mengikuti kontestasi tersebut seiring berakhirnya masa jabatan kepala desa. Meski angka pastinya masih dalam verifikasi, diperkirakan sekitar 100 hingga 120 desa akan terlibat dalam Pilkades serentak tersebut.
Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya skala pelaksanaannya, melainkan juga kemungkinan perubahan metode pemilihan. Pemerintah daerah mulai membuka opsi penerapan sistem digital dalam Pilkades, mengikuti praktik yang dinilai efektif di sejumlah daerah lain.
"Termasuk mekanisme pelaksanaannya akan kita bahas, apakah tetap manual seperti biasa atau mengadopsi sistem digital. Kita juga melihat contoh dari daerah lain seperti Indramayu yang dinilai efektif dan efisien," kata Eman.
Langkah ini menjadi sinyal kuat adanya transformasi dalam tata kelola demokrasi di tingkat desa. Digitalisasi Pilkades dinilai berpotensi meningkatkan transparansi, efisiensi, serta meminimalisir potensi konflik yang kerap muncul dalam proses pemilihan konvensional.
Meski demikian, Eman menegaskan seluruh keputusan akan diambil melalui kajian matang dan koordinasi intensif dengan DPRD serta pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah juga akan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta aspek keamanan sistem.
Di tengah berbagai opsi yang tengah digodok, satu hal yang menjadi harapan utama adalah terselenggaranya suksesi kepemimpinan desa yang berjalan lancar dan demokratis. "Doakan saja mudah-mudahan proses ini berjalan baik, sehingga kita bisa mendapatkan pemimpin desa yang sesuai harapan masyarakat," ucapnya menuturkan.
Pilkades 2027 di Majalengka diproyeksikan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan desa. Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi titik awal transformasi demokrasi lokal menuju sistem yang lebih modern dan adaptif di era digital.(*)
