Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

15 Desa Di Karawang Mengalami Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan

Karawang:  Dampak kekeringan akibat cuaca ekstrem hingga September 2026 menyebabkan 15 desa di lima kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih.
15 Desa Di Karawang Mengalami Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat belasan desa tersebut terdampak lantaran sejumlah sumber air warga terus mengering seiring musim kemarau yang masih berlangsung.

Kondisi ini menyulitkan warga memenuhi kebutuhan harian seperti minum, memasak, mandi, dan mencuci. Warga kini mengandalkan pasokan air bersih dari distribusi pemerintah daerah, bantuan lembaga, maupun donatur.

Salah satu wilayah terdampak yakni Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel. Krisis air bersih di kawasan tersebut telah berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Warga setempat yang sebelumnya mengandalkan aliran Sungai Subah dan sumur galian kini kehilangan sumber utama akibat debit air yang terus menyusut hingga mengering.

Santi, seorang warga Desa Parungmulya, mengungkapkan bahwa sebagian warga yang memiliki kemampuan finansial terpaksa membeli air bersih, sementara warga berekonomi rentan makin terdesak.

“Kekeringan sudah dua bulan. Sumur sudah surut, air dari sumur juga sudah nggak bisa diandalkan. Makanya warga sini kalau ada uang bisa beli, kalau nggak ada uang ya susah. Sehari-harinya dari Kali Subah, kalau nggak dari Kali Subah ya air hujan,” ujar Santi.

Hingga pertengahan September 2026, BPBD Kabupaten Karawang tercatat telah menyalurkan sebanyak 828 ribu liter bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Distribusi air dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas serta permohonan resmi yang diajukan oleh masyarakat desa.

Warga berharap penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secara rutin selama musim kemarau berlangsung, serta mendorong pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang terkait infrastruktur air di Karawang.(*)

Hide Ads Show Ads