Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Polisi Dalami Hasil Uji Lab

Sidoarjo: Kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, kini dalam penyelidikan polisi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Polresta Sidoarjo.
Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Polisi Dalami Hasil Uji Lab

Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi bahan penyelidikan kepolisian dan disandingkan dengan pemeriksaan forensik untuk mengungkap penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Plh Sekretaris Daerah Sidoarjo sekaligus Ketua Satgas MBG Sidoarjo M Ainur Rahman mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium sebelumnya telah diterima Pemkab Sidoarjo dan dilaporkan kepada Bupati Sidoarjo sebelum diserahkan kepada kepolisian.

"Ini menjadi bahan evaluasi, ya. Saya tidak tahu apakah ini nanti, mohon maaf, apakah ada unsur kesengajaan, unsur pidananya dan segala macam. Kami juga sudah koordinasikan dengan Pak Kapolres," kata Ainur, Jumat (11/09/2026).

Selama proses penyelidikan berlangsung, penyaluran MBG untuk santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam masih dihentikan sementara. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, pihak pondok mengambil alih penyediaan konsumsi para santri.

"Untuk MBG-nya kan sudah distop. Nah, jadi mereka sekarang dapat jatah makan ya dari pondok, dari pondok," ujar Ainur.

Penghentian sementara juga diberlakukan terhadap layanan MBG dari SPPG Kalitengah yang sebelumnya memasok makanan untuk 18 sekolah.

Menurut Ainur, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menawarkan opsi pengalihan layanan ke SPPG lain. Namun, hingga kini belum ada keputusan terkait pengalihan tersebut.

"Sementara di-hold. Sementara," katanya.

Meski sejumlah layanan dihentikan sementara, Pemkab Sidoarjo memastikan program MBG secara keseluruhan tetap berjalan. Pemerintah daerah juga mendorong evaluasi, perbaikan tata kelola, serta penguatan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan aman dan sesuai ketentuan.

Penyelidikan polisi diharapkan dapat mengungkap secara terang penyebab kejadian tersebut, termasuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam kasus dugaan keracunan yang dialami para santri.(*)

Hide Ads Show Ads