Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

KDM Ungkap Tiga Perusahaan Asal Karawang yang Berkontribusi Merusak Jalan di Kabupaten Karawang

Karawang : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti aktivitas truk pengangkut bahan tambang yang disebut turut berkontribusi terhadap kerusakan jalan di Kabupaten Karawang.(16/9/26)

Foto : Aksi Karawang selatan usai sidang paripurna HUT Karawang, Senin (14/9) kemarin.

Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, KDM menyampaikan bahwa persoalan kerusakan jalan tidak hanya berkaitan dengan truk pengangkut semen dari PT Jui Shin. Ia menyebut, terdapat pula truk pengangkut bahan tambang yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak perusahaan, KDM menyebut ada tiga pengusaha asal Karawang yang terlibat dalam aktivitas pengangkutan tersebut.

Pertama, PT Cipagamas atau CPM, yang disebut dimiliki oleh H. Zainal Arifin. Perusahaan ini disebut memiliki empat unit truk dan telah berhenti beroperasi selama sekitar satu bulan.

KDM kemudian mempertanyakan apakah H. Zainal Arifin yang dimaksud merupakan sosok yang sama dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya memberitahu dirinya dan mengajaknya menemui massa demonstran saat aksi Hari Jadi Kabupaten Karawang.

Kedua, PT Enggal Family milik H. Enda. Menurut keterangan yang disampaikan KDM, perusahaan tersebut telah kembali beroperasi setelah sebelumnya berhenti selama kurang lebih empat bulan.

Ketiga, PT JSM milik pengusaha asal Karawang bernama Tino. Perusahaan ini disebut memiliki 10 unit truk pengangkut bahan tambang dan hingga kini masih beroperasi.

KDM menegaskan, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas perusahaan, tetapi juga menyangkut bagaimana aset negara dapat dimanfaatkan secara baik untuk kepentingan masyarakat.

Foto : Aksi Karawang selatan usai sidang paripurna HUT Karawang, Senin (14/9) kemarin.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset negara dan mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi dengan mengabaikan kepentingan masyarakat luas.

Pernyataan KDM ini disampaikan di tengah sorotan terhadap kerusakan jalan di Karawang Selatan dan aktivitas kendaraan berat yang melintas di wilayah tersebut.(*)

Hide Ads Show Ads