Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Menghidupkan Desa, Menguatkan Masyarakat, Membangun Wibawa Nusantara

Karawang: Desa adalah halaman depan peradaban.

Karena itu, Wibawa Nusantara melalui Program Desa WiN mendorong Desa Tanjungjaya dan Desa Pancakarya di kawasan Karawang Utara untuk menjadi kawasan percontohan bagaimana potensi desa dapat dikembangkan menjadi sebuah ekosistem peradaban yang hidup, produktif, berkarakter, dan berkelanjutan.

Menghidupkan Desa, Menguatkan Masyarakat, Membangun Wibawa Nusantara

Program Desa WiN dilaksanakan dengan semangat kolaborasi berbagai unsur masyarakat, dengan Edik Kusnadi dari Wibawa Nusantara sekaligus tokoh pemuda sebagai Ketua Pelaksana.

*TANJUNGJAYA, DESA YANG MENYIMPAN HARTA ALAM*

Secara geografis, Desa Tanjungjaya berada di kawasan pesisir Pantai Utara Pulau Jawa. Posisi ini memberikan kekayaan alam yang tidak semua desa memilikinya.

Salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan adalah wisata susur sungai.

Sungai bukan hanya jalur air, jika dikelola dengan baik, sungai dapat menjadi ruang wisata, edukasi lingkungan, pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus pintu untuk mengenalkan kehidupan ekologis desa kepada generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat.

Kemudian di Desa Tanjungjaya terdapat hutan mangrove dengan beragam fauna di dalamnya. Mangrove bukan sekadar pepohonan di tepi air. Ia adalah benteng alami pesisir, rumah bagi berbagai kehidupan, sekaligus aset wisata edukasi yang dapat dikembangkan dengan konsep konservasi.

Dalam hal ini Wibawa Nusantara ingin menanamkan sebuah cara pandang bahwa alam jangan hanya dieksploitasi untuk menghasilkan uang. Alam harus dirawat agar terus menghasilkan kehidupan.

Potensi lainnya adalah kuliner tradisional, budaya leluhur, tradisi masyarakat, serta berbagai kearifan lokal yang menjadi identitas dan magnet tersendiri.

Wisata yang kuat bukan hanya wisata yang memiliki pemandangan indah. Wisata yang kuat adalah wisata yang memiliki cerita. Dan setiap desa sesungguhnya memiliki cerita. Tinggal apakah cerita itu dibiarkan hilang, atau diolah menjadi warisan yang bernilai bagi generasi berikutnya.

Pembentukan dan pengukuhan Pokdarwis “Sahabat Alam” menjadi bagian penting dari perjalanan Ekosistem Wibawa Nusantara di Desa Tanjungjaya sebagai desa wisata.

Pokdarwis tidak sekadar bertugas menyambut wisatawan. Lebih jauh dari itu, Pokdarwis menjadi ruang edukasi masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa pariwisata adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu memahami bahwa wisata yang maju membutuhkan kebersihan, keramahan, keamanan, pelayanan, kreativitas, promosi, pengelolaan lingkungan, serta kemampuan mengembangkan produk lokal.

Karena itu, masyarakat bukan hanya menjadi penonton. Masyarakat harus menjadi pemilik, pelaku, sekaligus penerima manfaat dari pembangunan pariwisata.

Prinsip penting Desa WiN:
Wisata tumbuh, masyarakat ikut tumbuh.Jangan sampai wisatawan datang, tetapi masyarakat desa hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Pemerintahan Desa Tanjungjaya bersama ekosistem Wibawa Nusantara dan Pokdarwis serta seluruh elemen masyarakat perlu terus berinovasi agar Desa WiN Tanjungjaya dapat naik kelas menjadi Desa Wisata “Maju”, hingga suatu hari mencapai kategori “Mandiri.”

Perjalanan itu tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah desa seorang diri.

Dibutuhkan kolaborasi Pemerintah, Pokdarwis, Pelaku UMKM, Petani, Nelayan, Pengusaha, Pemuda, Pesantren, Tokoh agama, Akademisi, Komunitas, Profesional dan seluruh masyarakat.
Semuanya memiliki peran.

BUKAN HANYA MENDATANGKAN WISATAWAN, TETAPI MENGHIDUPKAN MASYARAKAT

20 September 2026 menjadi momentum penting bagi perjalanan Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.

Bertepatan dengan Milangkala Kabupaten Karawang ke-393, Bupati Karawang H. Aep Saepuloh, S.E. akan memberikan SK sekaligus mengukuhkan Desa Tanjungjaya sebagai Desa Wisata, serta mengukuhkan Pokdarwis “Sahabat Alam” sebagai kelompok sadar wisata yang akan menjadi salah satu motor penggerak pengembangan kepariwisataan di desa. Momentum ini bukan sekadar seremoni.

Ini adalah titik awal untuk membuka lembaran baru tentang bagaimana sebuah desa mengenali, merawat, mengelola, dan mengubah kekayaan alam serta budaya menjadi kekuatan ekonomi dan kebanggaan masyarakat.

Harapan terbesar dari lahirnya Desa Wisata Tanjungjaya bukan hanya bertambahnya jumlah wisatawan. Lebih jauh, kita berharap lahirnya lapangan usaha baru, UMKM yang semakin kuat, produk lokal yang semakin dikenal, pemuda yang semakin produktif, serta masyarakat yang semakin sejahtera. Wisatawan datang membawa pengalaman tetapi kita berharap mereka juga meninggalkan manfaat.

Mereka membeli produk UMKM.
Menikmati kuliner lokal.
Menggunakan jasa masyarakat.
Mengenal budaya desa.
Belajar tentang mangrove.
Menikmati susur sungai.
Dan pulang dengan membawa cerita tentang Tanjungjaya.

Dari cerita itulah nama desa tumbuh.
Dari nama desa, nama Karawang semakin dikenal.

Dan dari Karawang, kita ingin membawa cerita tentang kekayaan Nusantara ke panggung nasional bahkan internasional.

TANJUNGJAYA DAN PANCAKARYA, DUA TITIK AWAL DESA WiN

Desa Tanjungjaya dan Desa Pancakarya kita dorong menjadi dua titik awal pengembangan Desa WiN di kawasan Karawang Utara.

Bukan untuk membuat desa menjadi seragam, Justru sebaliknya.

Setiap desa harus menemukan DNA-nya sendiri.
Apa yang dimiliki?
Apa yang bisa dikembangkan?
Apa yang harus dilestarikan?
Apa yang bisa menjadi sumber ekonomi?
Dan apa yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya?

Wibawa Nusantara tidak ingin membangun desa dengan cara menghapus identitasnya. Kita ingin membuat identitas desa menjadi kekuatan.

SAATNYA BERGOTONG ROYONG MEMBANGUN DESA

Wibawa Nusantara percaya bahwa peradaban tidak dibangun hanya dari gedung-gedung tinggi.

Peradaban dibangun dari manusia yang mau bekerja bersama.

Dari petani yang menjaga tanah.
Dari nelayan yang menjaga laut.
Dari pemuda yang menciptakan inovasi.
Dari ibu-ibu yang menghidupkan UMKM.
Dari guru yang mendidik generasi.
Dari ulama yang menjaga akhlak.
Dari pengusaha yang membuka lapangan kerja.
Dari pemerintah yang membuka ruang kolaborasi.
Dan dari masyarakat yang memiliki rasa memiliki terhadap desanya.

Silih asah, silih asih, silih asuh.
Saling mencerdaskan.
Saling peduli.
Saling menjaga dan menguatkan.
Itulah semangat yang ingin dibawa dari project Desa WiN.

Wibawa Nusantara bukan tentang siapa yang paling besar berdiri di depan.
Wibawa Nusantara adalah tentang seberapa banyak orang yang mau berdiri bersama untuk membangun sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, instansi terkait, dunia usaha, komunitas, akademisi, pesantren, pemuda, pelaku UMKM, petani, nelayan, dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun desa.

Mari menjadikan Desa Tanjungjaya, Desa Pancakarya dan desa-desa lainnya sebagai bagian dari jaringan Desa WiN yang saling belajar, saling menguatkan, saling memasarkan, dan saling membuka peluang.

Masa depan desa tidak boleh hanya ditunggu.

Masa depan harus dirancang, dikerjakan, dan diwariskan.

Project Desa WiN bukan sekadar program pembangunan desa melainkan ikhtiar kecil untuk menghidupkan kembali kewibawaan Nusantara, dimulai dari tempat paling dekat dengan kehidupan kita yaitu DESA.(*)

Hide Ads Show Ads