Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Seputar Karangligar, Proyek Pengendali Banjir Karawang Kurangi Genangan hingga 70 Persen

Karawang : Pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terus dikebut. Progres fisik proyek tersebut kini mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan dapat berfungsi pada akhir tahun 2026.

Proyek Pengendali Banjir Karawang Kurangi Genangan hingga 70 Persen

Infrastruktur pengendali banjir tersebut dibangun untuk mengurangi dampak banjir yang setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, termasuk Desa Karangligar yang selama belasan tahun menjadi salah satu daerah langganan banjir.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan banjir di Karawang. Menurutnya, proyek yang mulai dibangun sejak November 2025 tersebut kini telah menunjukkan perkembangan signifikan.

“Ini kan dimulai sejak bulan November 2025, dan sekarang September 2026. Tapi memang dengan progres yang sangat signifikan, ini menandakan bahwa memang komitmen pemerintah, baik pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum lewat Ditjen SDA, juga pemerintah Kabupaten Karawang lewat Pak Bupati, memang serius, sungguh-sungguh,” kata Saan, dikutip Minggu, 20 September 2026.

Infrastruktur tersebut dilengkapi tiga unit pompa dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter per detik. Dengan demikian, total kapasitas pompa mencapai 18.000 liter per detik untuk membantu mengurangi genangan air.

Dengan kapasitas tersebut, proyek pengendali banjir ini diklaim dapat mengurangi dampak genangan hingga sekitar 70 persen. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat melindungi sekitar 640 hektare lahan pertanian masyarakat.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Karangligar. Wilayah tersebut disebut telah mengalami banjir secara berulang selama belasan tahun, dengan ketinggian air yang dalam kondisi tertentu dapat mencapai lebih dari enam meter.

Saan mengatakan keberadaan pompa pada tahap pertama diharapkan membuat kondisi banjir di Karangligar lebih terkendali. Menurutnya, apabila masih terdapat genangan, penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan sistem pompa.

“Tahun ini minimal masyarakat di Karangligar itu relatif bisa lebih tenang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi, walaupun belum 100 persen, tapi di akhir tahun ini sudah bisa fungsional. Jadi, ketika ada banjir, ini sudah bisa berfungsi,” ujar Saan.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan tahap lanjutan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut. Tahap berikutnya mencakup pembangunan tanggul serta saluran pembuangan air menuju Sungai Cibeet.

Saan menyebut pembangunan tahap kedua tersebut direncanakan pada 2027. Infrastruktur lanjutan diharapkan dapat semakin mengurangi risiko banjir di wilayah Karawang, khususnya kawasan yang selama ini terdampak genangan.

Proyek Pengendali Banjir Karawang Kurangi Genangan hingga 70 Persen

Pembangunan sistem pengendalian banjir tersebut diharapkan dapat mengurangi kerugian masyarakat sekaligus melindungi lahan pertanian dari dampak banjir yang berulang.(*)

Hide Ads Show Ads