Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Tak Cukup Cuci Muka, Dokter Gia Pratama Tekankan Pentingnya Cuci Hidung Usai Beraktivitas di Luar Rumah

Karawang : Membersihkan wajah dan mencuci tangan usai beraktivitas di luar ruangan kini telah menjadi rutinitas wajib bagi masyarakat urban. Namun, belum banyak yang menyadari bahwa rongga hidung juga membutuhkan perawatan kebersihan yang sama pentingnya untuk menangkal dampak buruk polusi udara dan debu harian.
Tak Cukup Cuci Muka, Dokter Gia Pratama Tekankan Pentingnya Cuci Hidung Usai Beraktivitas di Luar Rumah

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama, menekankan pentingnya membiasakan cuci hidung (nasal irrigation) guna membersihkan rongga hidung dari tumpukan debu, polusi, zat pemicu alergi (alergen), hingga penumpukan lendir.

Melalui unggahan edukasi di akun Instagram pribadinya, dr. Gia menepis kekhawatiran masyarakat yang kerap merasa takut atau ragu untuk melakukan metode ini.

“Teman-teman, siapa di sini yang pernah mencoba cuci hidung? Atau masih takut? ‘Takut sakit, Dok! Takut airnya masuk ke saluran yang salah! Takut gak aman, apalagi untuk bayi!’. Padahal, dengan teknik yang benar, cuci hidung merupakan salah satu cara untuk membantu menjaga kebersihan rongga hidung,” ujar dr. Gia.

Analogi Filter Udara dan Kekhawatiran Larutan Masuk Paru-Paru
dr. Gia menjelaskan bahwa organ hidung bekerja layaknya sistem penyaring atau filter udara alami bagi tubuh. Setiap hari, hidung menahan berbagai partikel berbahaya yang terhirup bersama udara.

“Coba bayangkan, hidung kita itu kan seperti filter udara. Setiap hari hidung menangkap debu, polusi, alergen, hingga lendir-lendir. Kalau filternya kotor dan tidak pernah dibersihkan, lama-lama fungsinya bisa kurang optimal,” terangnya.

Menjawab keresahan masyarakat terkait risiko larutan tertelan atau masuk ke paru-paru, dr. Gia menegaskan bahwa cairan khusus cuci hidung dirancang hanya untuk mengalir di area rongga hidung.

“Tenang, larutan cuci hidung itu hanya mengalir di rongga hidung kita untuk membantu membawa keluar lendir dan partikel yang menempel. Cairannya tidak diarahkan ke paru-paru seperti yang sering dikhawatirkan,” jelas dr. Gia.

Teknik Tepat dan Larutan Berbahan Sea Water

Agar proses cuci hidung aman dan memberikan rasa nyaman, dr. Gia membagikan panduan dasar mengenai pemilihan larutan dan cara pengaplikasiannya:

Pilih Larutan Khusus: Gunakan cairan steril yang memang diperuntukkan bagi rongga hidung, seperti larutan yang mengandung 100% sea water (air laut) dengan kelengkapan 80 mineral alami.

Atur Postur Kepala: Miringkan atau posisikan kepala sesuai dengan petunjuk penggunaan produk.

Semprotkan Secara Perlahan: Alirkan larutan ke salah satu lubang hidung, lalu biarkan cairan tersebut mengalir keluar melewati lubang hidung sebelahnya atau keluar bersama lendir. Ulangi proses yang sama pada sisi hidung lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan cuci hidung tak perlu menunggu saat tubuh diserang flu atau hidung tersumbat saja. Kebiasaan ini sangat bagus dijadikan bagian dari rutinitas perawatan diri harian, terutama bagi warga kota yang kerap berinteraksi dengan polusi jalanan.

“Prosesnya sederhana dan umumnya terasa nyaman jika dilakukan dengan benar. Cuci hidung dapat dilakukan meski sedang tidak batuk pilek. Yang penting, gunakan larutan yang memang diperuntukkan bagi cuci hidung dan selalu ikuti petunjuk penggunaan dengan benar,” pungkas dr. Gia.(*)

Hide Ads Show Ads