Teknologi Tepat Guna, Legsilator Jabar SR Dorong Perempuan Karawang Lebih Mandiri dan Tidak Konsumtif
Karawang : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Sri Rahayu (SR), mendorong perempuan di Kabupaten Karawang agar semakin mandiri dan ekonomis (tidak Konsumtif). Di saat yang sama, pemanfaatan teknologi digital dinilai perlu dilakukan secara bijak, terutama ketika penggunaannya bersinggungan dengan kehidupan keluarga dan pengawasan anak.(30/9/26)
Pesan tersebut disampaikan Sri Rahayu dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026–2027 di Aula Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih, Kompleks Pemkab Karawang, Selasa (29/9/2026) siang.
Kegiatan ini digelar bersama Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forkomda PUSPA) Kabupaten Karawang sebagai wadah kolaborasi pentahelix bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
Menurut Sri Rahayu, perkembangan teknologi tidak semestinya hanya dipandang sebagai sarana komunikasi. Jika dimanfaatkan secara tepat, teknologi dapat membuka ruang bagi perempuan untuk memperluas pasar, mengenalkan produk, hingga mengembangkan usaha yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan langsung.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar aktivitas digital tidak membuat perhatian terhadap keluarga terabaikan. Pemanfaatan perangkat digital harus dibarengi pengawasan terhadap anak-anak yang kini semakin mudah mengakses beragam platform seperti YouTube.
“Pemanfaatan teknologi harus berjalan seimbang. Di satu sisi teknologi dapat membantu kita mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi, tetapi di sisi lain kita tetap harus menjaga keluarga, terutama anak-anak,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa orang tua tidak cukup hanya menyediakan perangkat telepon seluler, tetapi wajib mendampingi dan mengarahkan penggunaannya secara positif.
Selain isu digitalisasi keluarga, Sri Rahayu mengajak PUSPA Kabupaten Karawang untuk memperluas kerja sama hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. Komunikasi dan sinergi dengan dinas terkait dinilai penting agar program pemberdayaan perempuan dapat berjalan semakin masif.
Sementara itu, Wakil Ketua PUSPA Karawang, Hj. Liah Sobariah Fithri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan. Saat ini, PUSPA Karawang memiliki lima wilayah binaan yang mencakup tiga desa (Sukaluyu, Sirnabaya, dan Lemahmulya) serta dua kelurahan (Karawang Kulon dan Adiarsa).
Melalui pembinaan tersebut, para pelaku UMKM perempuan didorong untuk menguasai keterampilan pemasaran digital dan pembuatan konten media sosial. Langkah ini krusial agar produk lokal tidak hanya bergantung pada toko fisik, melainkan sanggup menjangkau pasar yang lebih luas.
Liah menambahkan, kendala utama yang kerap dihadapi UMKM perempuan meliputi keterbatasan pemasaran dan pemanfaatan teknologi informasi. Karena itu, PUSPA menggelar pelatihan bertema “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Pengenalan Pemasaran Produk Berbasis Teknologi Informasi” guna membekali peserta dengan keterampilan praktis untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.(*)

