Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Dedi Mulyadi Tekankan Penghormatan terhadap Mata Air sebagai Upaya Melindungi Lingkungan

BANDUNG, PELITA KARAWANG  - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), kembali menyoroti pentingnya melindungi mata air dan kawasan sekitarnya dari aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan.
Dedi Mulyadi Tekankan Penghormatan terhadap Mata Air sebagai Upaya Melindungi Lingkungan

Kang Dedi menjelaskan bahwa dalam sejumlah tradisi lokal Sunda, mata air diperlakukan sebagai kawasan yang harus dihormati dan dijaga kesuciannya. Menurutnya, nilai budaya tersebut tidak boleh dilihat sebagai mitos belaka, tetapi dapat dipahami sebagai bentuk perlindungan terhadap sumber daya air.

Ia mencontohkan adanya larangan adat atau _pamali_ untuk melakukan tindakan tertentu di kawasan mata air, seperti tidak boleh berkata kotor, buang sampah, atau mencemari air. Larangan tersebut, kata dia, secara tidak langsung adalah sistem kearifan lokal untuk menjaga kebersihan sumber air agar tidak tercemar oleh limbah maupun aktivitas manusia.

"Kearifan lokal itu sebenarnya adalah sistem perlindungan lingkungan yang diwariskan leluhur. Ketika orang dilarang melakukan hal-hal yang tidak baik di mata air, itu adalah cara untuk memastikan air tetap bersih dan lestari," ujarnya.

Menurut Kang Dedi, kearifan lokal dapat menjadi sarana yang paling efektif untuk membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat, karena memiliki akar budaya yang kuat dan mudah diterima.

Ia pun mengajak masyarakat untuk melihat perlindungan mata air tidak hanya melalui perspektif tradisi atau keyakinan semata, tetapi juga berdasarkan manfaat ekologisnya yang sangat vital bagi kehidupan bersama, mulai dari sumber air minum, pertanian, hingga menjaga keseimbangan alam.

"Menjaga mata air sama dengan menjaga kehidupan. Kalau mata airnya rusak, maka kehidupan di sekitarnya juga akan ikut rusak," pungkasnya.(*)

Hide Ads Show Ads