Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kisah Pilu Ibu di Karawang: Demi Anak Tetap Sekolah, Saya Korbankan Segalanya

Pengakuan Pilu Seorang Ibu di Karawang: Suami Di-PHK, Anak 3 Terancam Putus Sekolah, Saya Harus Selamatkan Keluarga
Suami Di-PHK Pabrik Karawang! Ibu 3 Anak Terpaksa Lakukan Ini Demi Sekolah (foto ilustrasi hasil IA)

KARAWANG : Nama samaran saya Sari, 34 tahun, warga Telukjambe. Setahun lalu hidup kami masih normal. Suami saya buruh kontrak di kawasan KIIC, gaji cukup untuk kontrakan dan sekolah anak.

Juni 2026 suami saya di-PHK. Pesangon hanya satu bulan gaji. Sejak itu kami jatuh.

Anak saya tiga. Yang sulung kelas 2 SMP mau masuk SMA tahun ini. Yang kedua kelas 5 SD, yang bungsu masih 4 tahun. Ibu saya yang tinggal bersama kami sakit-sakitan, butuh obat rutin.

Saya sudah coba semua. Jualan gorengan di depan kontrakan sepi, jadi buruh cuci dua rumah, upahnya 50 ribu sehari tidak cukup untuk beras dan uang sekolah. Sudah daftar bantuan ke desa, katanya data belum masuk.

Puncaknya bulan lalu, anak sulung saya bilang, "Bu, kalau tidak ada uang daftar, saya berhenti saja." Saya tidak bisa tidur semalam.

Dalam keputusasaan, saya mengambil jalan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya menerima tawaran dari seseorang yang saya kenal di media sosial untuk menemani "om-om" demi uang cepat. Bukan karena mau, tapi karena tidak ada pilihan lain agar anak saya bisa tetap sekolah dan adik-adiknya bisa makan.

Sekali dapat 300 ribu. Uang itu langsung saya pakai untuk daftar ulang SMA anak saya dan beli obat ibu saya. Saya menangis setelahnya, tapi anak saya bisa berangkat sekolah lagi.

Saya tahu ini salah di mata orang. Tapi di mata saya sebagai ibu, melihat anak putus sekolah karena miskin itu lebih menyakitkan. Saya tidak bangga, saya hanya ingin keluarga saya bertahan hidup sampai suami dapat kerja lagi.

Di Karawang, kota dengan ribuan pabrik yang asapnya tiap hari mengepul, kenapa nasib keluarga seperti kami seperti tidak terlihat? Kami tidak minta dikasihani, kami hanya minta ada lapangan kerja yang layak agar seorang ibu tidak harus mengorbankan harga dirinya demi seragam sekolah anaknya.

Pemkab Karawang, tolong lihat kami. Ada banyak Sari-Sari lain di belakang pabrik megah itu.(*)

Hide Ads Show Ads