Keris Prabu Siliwangi Disimpan di Museum Geusan Ulun
SUMEDANG,.- Museum Prabu Geusan Ulun di Kabupaten Sumedang, mendapat tambahan sejumlah benda pusaka. Sejumlah benda kuno itu dihibahkan oleh warga Desa Citimun Kec. Cimalaka, Sumedang kepada pengelola museum.
Benda pusaka yang dihibahkan tersebut, antara lain mata tombak yang dinamai Tombak Yasirul Kalbiah peninggalan Eyang Tadjimalela, keris lekuk tujuh dan tombak lekuk tujuh yang diakui oleh pemiliknya sebagai peninggalan Prabu Siliwangi.
Kemudian, Keris Naga lekuk tujuh dan keris Pangeran Dwi Pangga peninggalan Majapahit, keris lekuk Sembilan berasal dari Cirebon, serta lima wayang buhun. Terdiri atas wayang Cepot atau Astrajingga, Dewi Arimbi, Dewi Pergiwa dan Pergiwati serta Dewi Subadra. Kelima wayang golek tersebut, diakui pemiliknya diperoleh dari Harmoko mantan Menteri Penerangan RI pada masa Pemerintahan Orde Baru.
Semua benda pusaka yang dihibahkan ke museum itu, sebelumnya merupakan benda-benda pusaka milik almarhum Nana Taswana warga Jakarta asal Desa Citimun, Kec. Cimalaka Kab. Sumedang. Barang-barang pusaka tersebut, diserahkan oleh Kuswita dan Tete Dianta, warga Desa Citimun, dan diterima langsung oleh Sekretaris Museum Geusan Ulun H. Emang Rocheman. Kuswita dan Tete masing-masing adalah kepo-nakan dan adik dari almarhum Nana Taswana.
Mereka mengakui barang-barang pusaka itu semula tersimpan dan dirawat oleh Nana Taswana di rumahnya di Jakarta. Namun, setelah pemiliknya meninggal, anak-anak almarhum, merasa tidak sanggup untuk mengurusnya, sehingga diserahkan kepada keluarganya di Desa Citimun.
Akan tetapi keluarga almarhum Tata Taswana di Desa Citimun pun, tidak ada yang sanggup memeliharanya. "Oleh karena itu, kami memutuskan barang-barang pusaka dari almarhum itu kami hibahkan saja ke Museum ini," kata Tete Dianta.
sUMBER;http://www.pikiran-rakyat.com/