Kabar Baik, IHSG Berhasil ‘Rebound’, Ditutup Naik Signifikan 2,52 Persen
Jakarta : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah kembali lagi ke level 8.000 pada penutupan perdagangan hari ini. Dari pantauan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik signifikan 2,52 persen atau 199,86 poin ke level 8.122, 59.
Pergerakan IHSG hari ini sempat menyentuh level terendah 7.712 pada saat pembukaan perdagangan pagi hari. “IHSG rebound didorong oleh harapan akan pulihnya pasar modal Indonesia seiring langkah reformasi antara otoritas Indonesia dan MSCI,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 3 Februari 2026.
Penguatan IHSG, tambah Tim Phintraco, juga ditopang menguatnya bursa saham di kawasan Asia dan rebound nya harga komoditas. “Selain itu ada ‘bargain hunting’ terhadap saham-saham yang dianggap sudah relatif murah,” ucap Tim Phintraco.
Bargain Hunting merupakan aksi borong saham, saat harga saham sedang murah. Hari ini, semua sektor membukukan kenaikan, dengan kenaikan terbesar di sektor bahan baku sebesar 6,5 persen.
Sebanyak 654 saham harganya naik, 108 saham harganya turun dan 56 saham harganya stabil. Volume saham yang di perdagangan sebanyak 61,09 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 3,27 juta kali transaksi.
Total nilai perdagangan sebesar Rp29,35 triliun, dan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.669 triliun. Indeks LQ45 berisi saham unggulan juga menguat, didominasi saham BUMI, SCMA, INKP, MBMA, dan ASII.
Sementara itu, mayoritas indeks di bursa Asia ditutup menguat. Penguatan dipicu berita adanya kesepakatan dagang antara AS-India.
“Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan indeks dan sempat memicu penghentian sementara pemesanan pembelian. Saham-saham unggulan menguat tajam setelah mengalami penurunan pada perdagangan Senin,” kata Tim Phintraco.
Harga emas dan perak juga kembali menguat setelah mengalami aksi jual masif selama dua hari. Koreksi emas dan perak besar-besaran diduga lebih merupakan penyesuaian posisi daripada merupakan penurunan berkelanjutan.(*)
