Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

MELETUS RATUSAN KALI, KRAKATAU WASPADA

Aktivitas Gunung AnakKrakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih berstatus waspada,meski sepanjang Senin (1/11),meletus hingga ratusan kali.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) di DesaHargopancuran Kecamatan Rajabasa Andi Suardi mengatakan bahwa diRajabasa dari pukul 00.01 WIB sampai 12.35 WIB intensitas letusantercatat 121 kali.

Sementara, lanjut dia, mulai Minggu (31/10) pagi hingga siang,gempa vulkanik dalam mencapai 30 kali, gempa vulkanik dangkal 28kali dan gempa tremor 31 kali serta hembusan 30 kali.

Kemudian, ketinggian semburan pasir dan abu vulkanikdiperkirakan mencapai diatas 500 meter karena gunung berapitersebut terselimuti kabut tebal sehingga pengamatan dari pospemantauan terbatas.

Ia mengatakan, dengan banyaknya jumlah letusan yang terpantaudari pos yang berjarak 40 kilometer itu, Gunung Anak Krakatau masihberstatus waspada seperti hari sebelumnya dengan intesitas letusantidak jauh berbeda.

Ia menuturkan, peningkatan aktivitas ini merupakan gejala alamkarena merupakan gunung berapi aktif dan peningkatan aktivitasdapat terjadi sewaktu-waktu tanpa terduga sebelumnya.

Sementara itu, tambah dia, sejumlah nelayan masih tetap melautdi perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) meskipun aktivitas gunungtersebut meningkat belakangan ini.

Dia mengatakan, sebagian besar nelayan tersebut berasal dariPulau Sebesi dan warga pesisir Kecamatan Rajabasa yang berangkatpada malam hari, karena perairan GAK merupakan spot yang palingbanyak populasi ikannya.

Menurutnya, sejumlah nelayan sudah terbiasa dengan fenomenabatuknya GAK karena terjadi hampir setiap tahun sehingga nelayantidak takut lagi untuk melaut. Namun, karena sudah terbiasatersebut para nelayan sudah hafal posisi jarak aman dari semburanmaterial abu dan pasir vulkanik dari gunung api tersebut.

“Jarakaman sendiri menurut pengamatan antara empat sampai lima kilometerdari gunung karena jangkauannya memang radius tersebut,” jelas dia.

Karena nelayan mengetahui radius aman itu, kata dia, tidak adaalasan yang menghalangi nelayan untuk melaut disekitar GAK, namuntidak berani terlalu dekat.

Aktivitas gunung berapi itu masih berstatus waspada sejaksekitar sepekan lalu karena intensitas gempa vulkanik dangkal dandalam yang disertai letupan terus meningkat dari saat normal yanghanya sekitar 10 kali dalam sehari.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengimbau kepada pendudukyang tinggal dekat gunung berapi itu untuk meningkatkankewaspadaan. (antara/dry).

Hide Ads Show Ads