Iklan
Loading...

NISN PAUD Tangkis Data Siswa Manipulatif

TERBITKAN PELITA KARAWANG on Jumat, Maret 3


Karawang, PEKA - Pemberlakuan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), dianggap jitu untuk menangkal data-data siswa yang manipulatif di lembaga yang berjumlah 926 unit di Karawang. Pasalnya, jumlah data-data siswa selain menjadi acuan besaran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan bantuan lainnya.

Pelajar PAUD
Ketua Himpunan Paud Indonesia (HIMPAUDI) Karawang, Devi Sulaeman mengatakan, pemberlakuan NISN mulai berproses di lembaga Paud, meskipun belum nampak, namun rgisternya sudah tertata rapi di dapodik. 

Penomoran ini, bukan saja bermanfaat secara nasional sampai permanen ketingkat SMA, tetapi juga ikut mempengaruhi data-data jumlah siswa Paud disatu lembaga yang manipulatif. 

Sebab, terkadang ada siswa Paud yang tidak lagi bersekolah di Paud tertentu, namanya masih saja dicantumkan sebagai siswa, sementara sambung Devi, besaran BOP untuk Paud itu ditentukan seberapa besar jumlah siswanya, jangan sampai siswanya sedikit mengada-ngada menjadi banyak. Karenanya, keberadaan NISN ini jitu untuk menangkal hal-hal tersebut.

"BOP itu kan ditentukan sesuai jumlah besaran siswanya, jadi semakin besar siswa semakin besar juga jumlah BOP nya, nah NISN ini bisa menangkal yang manipulatif itu," Ujarnya baru-baru ini.

Devi menambahkan, pemberian BOP tidak serta merta turun juga, karena hanya lembaga Paud yang memiliki daftaran  Nomor Pokok Standar Nasional (NPSN) saja yang baru bisa mendapatkannya, dan NPSN juga tidak bisa keluar NPSN tidak bisa keluar kecuali lembaga Paudnya itu sudah mengantongi Izin Operasional dengan catatan, Paudnya harus sudah berjalan setahun terakhir. 

Sehingga, jika semuanya tertib, Paud juga bisa ikut serta dalam program akreditasi."Sebelum punya NISN, Paud harus sudah NPSN dulu, kalau belum ya BOP nya juga belum bisa turun," Ungkapnya.

Ia berharap, ada perhatian khusus pada lembaga Paud di Karawang dengan jumlah pendidik yang mencapai 3.220 guru ini dari sisi kesejahteraan, apalagi kalau sudah masuk NISN, sebab, yang akan repot dalam hal penyusunan bukan lagi operator SD, tetapi juga operator ditingkat Paud nantinya. 

Sehingga, disamping pendidik,  juga dibutuhkan operator khusus untuk aktif memberikan laporan berkala ke Dapodik." Semoga saja ada perhatian khusus soal kesejahteraan operator Paud jika nanti NISN sudah diberlakukan," Pungkasnya.#sr-novi.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Jumat, Maret 03, 2017

0 komentar: