Ridwan Kamil & Dedi Mulyadi,Keduanya Menolak Jadi Calon Wakil Gubernur Jawa Barat - PELITA KARAWANG

Breaking

Post Top Ad

pasang

Jumat, 04 Agustus 2017

Ridwan Kamil & Dedi Mulyadi,Keduanya Menolak Jadi Calon Wakil Gubernur Jawa Barat


Karawang-.Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi,keduanya adalah calon Gubernur Jawa Barat dan kali ini dua kandidat yang mulai naik daun namanya menunjukan sikapnya,bahkan ada yang membantah keras kalau dirinya disebut dipersiapkan untuk menjadi calon Wakil Gubernur.(4/8).

DPD Partai Golkar Jawa Barat membantah anggapan bahwa Dedi Mulyadi disiapkan menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pemilihan Gubernur 2018. (4/8).

Melalui Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surachman di Purwakarta,mengatakan, Golkar Jawa Barat memiliki 17 kursi di DPRD setempat. 

Situasi tersebut sudah seharusnya menjadi posisi tawar yang besar bagi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

"Tentu saja dengan berbagai pertimbangan, kami tidak terpikirkan untuk menganggap saudara Dedi Mulyadi itu layak menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Kursi kami di DPRD ada 17 toh," katanya.

Alasan lain yang patut dipertimbangkan, baik oleh elit politik di Jabar maupun nasional menurut dia ialah pengalaman memimpin yang dimiliki Dedi Mulyadi. 

"Sebagai Bupati Purwakarta, Dedi sudah berhasil melakukan akselerasi pembangunan selama hampir 10 Tahun terakhir," kata Ade. 

Faktor lain yang menyebabkan Dedi Mulyadi tidak layak menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat ialah trend elektabilitas yang dia miliki. 

Dedi dinilai satu-satunya ketua partai di Jawa Barat yang memiliki elektabilitas paling tinggi. "Sehingga sudah layak jika Dedi dicalonkan gubernur," katanya.

Dua calon yang menempati survei terakhir, yaitu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bukanlah kader partai.

"Artinya Kang Dedi ini pekerja keras. Anda bisa bayangkan saat elektabilitasnya jeblok, sampai saat ini sudah tiga besar, dengan ritme konsolidasi yang dimiliki, kami berkeyakinan akan terus meningkat," katanya. 

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat memberikan isyarat tentang kriteria bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya pada Pilgub 2018. 

Dia menyebutkan sosoknya harus memiliki jaringan organisasi kepartaian sampai ke tingkat desa,punya wawasan kepemimpinan yang baik tentang Jawa Barat serta mampu bekerja sama saat mengemban jabatan. 


Kemudian,Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan dirinya hanya menghendaki maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 dan tidak ingin disandingkan dengan posisi sebagai wakil gubernur.

"Saya tipe pekerja yang tidak bisa mengemban jabatan dengan tugas yang cenderung statis. Jadi saya tidak mau jika menjadi wakil," katanya.

Hal itu dikatakan Ridwan usai menghadiri agenda Musyawarah Wilayah Jabar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2017 di Hotel Horison Kota Bekasi, Rabu kemarin, (2/8).

Dia mengaku siap dipasangkan dengan siapa pun sebagai kandidat yang berpartisipasi di ajang Pemilihan Gubernur Jabar 2018 tanpa berlatar belakang partai.

"Dengan siapa saya ingin berpasangan atau harus partai mana yang berkoalisi, itu bukan ranah saya untuk menjawabnya. Ibaratnya saya hanya calon pengantin yang siap mengikuti arahan dari partai yang akan mengusung," katanya.

Ia mengaku menerima banyak usulan seputar figur yang diharapkan bisa menjadi pendampingnya pada Pilgub Jabar nanti berdasarkan hasil kegiatan safari ke sejumlah daerah.

"Pada setiap wilayah yang dikunjungi, semua pasti mengusulkan agar putra daerah terbaiknya yang bisa berdampingan dengan saya. Seperti halnya usulan agar Kang Daniel yang muncul saat saya datang ke wilayah Pantura. Tapi kan saya tidak bisa mengira-ngira apa yang diinginkan partai," katanya.

Pada dasarnya, Ridwan mengaku siap dipasangkan dengan siapa pun selama tokoh tersebut memiliki kepemimpinan dan elektabilitas yang baik.

"Saya tidak bisa pilih-pilih, yang sekiranya saya bisa cocok dan memenuhi dua kriteria tadi saja," katanya.

Ridwan menambahkan, meskipun telah mendapatkan dukungan resmi dari Partai Nasional Demokrat, komunikasi intensif juga terus dijalin dengan partai lain, semisal PKB dan Partai Persatuan Pembangunan.

"Kalau PKB dan PPP sepakat mengusung saya, berarti terkumpul 16 kursi. Ditambah lima kursi Nasdem, berarti sudah cukup syarat minimal pengusungan," katanya.
Posting Komentar