UPTD Pertanian Sarankan Coret Kelompok Tani Tidak Aktif

0
Karawang. - Musim tanam gadu akan kembali berlangsung, pasalnya pengolahan tanah di golongan air 1 dan 2 sudah di mulai. Namun, UPTD Pertanian mewanti- wanti keaktifan sejumlah kelompok tani agar di sisir ulang dan mencoret kelompok yang tidak efektif di desa- desa.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lemahabang, Dedi mengatakan, para kepala desa agar jangan berdiam diri jika banyak kelompok tani banyak di desanya tapi tidak aktif. Sebisa mungkin, agar kelompok tidak aktif tersebut segera diganti lewat musyawarah bersama Kades. sebab kedepan, kelompok tani yang aktif ini akan di SK kan oleh Dinas Pertanian dan mempermusah akses distribusi bantuan pertaniannya. Di Kedwung misalnya, sebut Dedi, ada 16 Kelompok yang tercatat dalam satu desa, namun yang aktif hanya 3 sampai 4 kelompok saja, bagaimana pertanian bisa maju, kalau kelompok saja masih tidak ada pembenahan. Untuk itu, ia imbau kepada semua Kades agar bisa mendata ulang kelompok tanj yang ada di desanya, " Kita akan Pak perbaharui, mohon kerjasamanya agar tertibkan kelompok tani yang tidak aktif," Ujarnya.

Di samping penertiban kelompok, sambung Dedi, ia meminta para petani aktif mengolah lahan sesaat setelah air datang, karena terhitung 16 Oktober kemarin, sebenarnya air sudah mengalir, tapi beberapa lahan sawah diakuinya masih belum pengolahan tanah dan pembenihan,  karena seharusnya nanti akhir November sudah mulai tanam. Sementara untuk golongan air 3 di Desa Lemahabang golongan III, petani tidak usah tergesa- gesa, karena sedari awal pihaknua sudah sarankan agar air bisa turun dengan dulur waktu, seba , Diharapkan, seminggu kedepan, kedelai sudah panen, baru kemudian air mulai datang, untuk itu, ia meminta petani yang lahan sawahnya ditanami kedelai, agar siap- sia panen dan menyambut air yang datang di awak November ini dengan mempersiapkan pengolahan lahan." Air datanf jangan nunggu lagi, seharusnya langsung pengolahan, pembenihan dan siap tanam, " Katanya.

Kades Lemahabang, Rusli Sunawinata mengaku siap bubarkan kelompok tani yang tidak aktif, dalam artian mati kegiatannya. Untuk itu, penyisiran ulang dan rekomendasi pada UPTD penting untuk memberikan data mana saja yang sudah tidak aktif." Insya Allah, kita siap sisir ulang mana saja poktan yang sudah gak aktif," Pungkasnya. 


Penulis : Ruri
Editor : As