Ini Tiga Kunci Cepat Belajar Alquran Selama 30 Menit - PELITA KARAWANG
Ini Tiga Kunci Cepat Belajar Alquran Selama 30 Menit

Ini Tiga Kunci Cepat Belajar Alquran Selama 30 Menit

Share This
JAKARTA. - Belajar Alquran dengan menggunakan metode 30 menit lancar membaca Alquran, semudah belajar membaca huruf latin. Penemu metode 30 menit lancar membaca Alquran, Ustaz Achmaf Farid Hasan mengatakan, sesuai dengan namanya metode ini hanya memerlukan waktu 30 menit untuk dapat membaca Alquran, yang nantinya dilanjutkan dengan praktek.

Ustaz Farid mengatakan, terdapat tiga kunci untuk lancar membaca Alquran dengan menggunakan metode tersebut. Pertama, seseorang itu harus menguasai huruf Alquran yang jumlahnya 30 huruf. Sementara, kunci yang kedua harus bisa menguasai tanda baca Alquran yang jumlahnya ada delapan tanda baca.

"Untuk bisa menguasai huruf dan tanda baca itu dibutuhkan waktu 30 menit. Setelah itu dilanjutkan dengan praktik," kata Ustaz Farid di Kantor Republika, Jakarta, Sabtu (24/2).

Sementara, kunci yang ketiga, kata Ustaz Farid, dengan menguasai tajwid yang ada dalam Al-Quran. Dimana, untuk menguasai tajwid tersebut dapat dipraktekkan seiring dengan praktik yang dilakukan setelah kegiatan ini kedepannya.

Namun untuk menguasai huruf Alquran tersebut dengan cepat, kata Ustaz Farid, juga ada beberapa teknik. Dimana, pertama dengan menyebut 30 huruf tersebut dengan nama latinnya. "Contoh kalau huruf alif sama dengan A kalau latinnya, hamzah juga A, Ain juga A, jadi A ada tiga. Terus dal, dho itu disebut D semua. Sin, Syin, Sod itu S semua," kata Farid.

Karena dalam satu huruf latin terdapat beberapa huruf Alquran, maka teknik membedakannya dengan diberi ciri-ciri terhadap huruf tersebut. Teknik tersebut merupakan teknik kedua untuk dapat menguasai 30 huruf tersebut.
"Contohnya alif atau A, itu ciri-cirinya lurus. Contohnya huruf S kalau di Alquran, bertemu dengan huruf yang giginya tiga, itu pasti S. Dan semua huruf yanh 30 itu ada ciri-cirinya semua," tambahnya.

Setelah melalui dua teknik tersebut, maka selanjutnya dengan mengajari bagaimana melafalkan huruf tersebut dengan benar, sesuai dengan tajwid. "Kalau orang udah tahu ciri-ciri huruf, biasanya kuat ingatannya, kuat memorinya untuk menghafal hurif-huruf tadi. Dengan ciri-ciri itu seseorang menjadi ringan untuk menghafal huruf dan melafalkannya setelah itu," kata Ustaz Farid.

Metode ini sendiri diciptakan, lanjut Ustaz Farid, ada latar belakangnya. Pertama karena selama berpuluh-puluh tahun umat Islam itu masih kesulitan dalam membaca Alquran. Sebab, belum ditemukan metode yang telat, mudah dan praktis untuk dipraktekkan.

Sementara, latarbelakang kedua, lanjutnya, muncul dan ditemukan karena berdasarkan pengalaman dari Ustaz Farid sendiri selama mengajar. Dimans, banyak umat Islam yang bisa membaca Alquran, namun bacaannya tidak benar dan tidak sesuai dengan tajwid.

"Dari pengalaman itu akhirnya ada inspirasi membuat metode yang lebih cepat lagi dari metode yang pernah ada. Setelah ketemu metode ini jadinya kita jadi mudah gak ada yang kesulitan. Hampir semua yang belajar menjadi mudah tidak ada kesulitan," tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta 'ngaji 30 menit' yang kali ini merupakan angkatan ke-76, akan diberikan banyak praktek. Di antaranya praktik surat Al Hajj, Al-Fatihah, Al-Baqarah, Yasin dan surat pendek lainnya.
Diharapkan dari kegiatan ini, kata Farid, dapat lebih rajin lagi dalam membaca Al-Quran. "Karena membaca Alquran itu mudah tapi godaannya yang besar. Jadi biar lebih rajin lagi, kalau sudah rajin harapannya bisa khatam 30 juz, dan lebih banyak lagi mencintai Alquran dan mencintai isinya," tambahnya.


Sumber : Republika
Posting Komentar
bkd