Himpaudi Minta Desa Prioritaskan Sarana Paud

PELITAKARAWAMG.COM - Sedikitnya 600 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Kecamatan Cilamaya Kulon ikuti sejumlah lomba tahunan dan Gebyar Paud Sabtu (7/4).  Kegiatan yang di pusatkan di halaman Kantor Koorwilcambidik tersebut dihadiri Pejabat lingkungan Disdikpora dan Forum Himpaudi yang curhat hak infrastruktur Paud dalam anggaran Dana Desa.

Ketua Himpaudi Kecamatan Cilamaya Kulon, Husni S.Pd mengatakan, dalam acara Gebyar Paud ini disampaikannya bahwa ada  20 Paud yang tersebar di 12 desa di Kecamatan Cilamaya Kulon, dan yang tidak aktif, dari total itu, sebanyak 600 siswa Paud dilibatkan dalam kegiatan lomba yang di pusatkan di halaman Koorwilcambidik Kecamatan Cilamaya Kulon. Selain melombakan sejumlah cabang, seperti Fashion Show, Senam Tari, Mewarnai, Doa, Nyanyi Solo dan Paduan Suara, perlu ia sampaikan juga bahwa Paud semakin hari semakin maju, namun hal ini belum sebanding lurus dengan bentuk perhatian pemerintah pada lembaga ini.

Untuk itu, sebut Husni, ia harapkan karena UU Desa mengamanahkan presentase pos untuk pendidikan, maka kiranya Camat dan Kades bisa gelontorkan bantuan Dana Desa ke sarana Paud, ketimbang yang lainnya. Walaupun fisik di Cilamaya Kulon sudah tidak ada lagi yang nempong karena sudah mandiri, tapi besar harapannya agar para Kades bisa terus meningkatkan sarana prasarana Paud dari Dana Desa." Dari 20 Paud, yang dibantu fisiknya dari Dana Desa baru sekitar 3 Paud saja, selebihnya baru ke mebeler, semoga pak Camat bisa mendorong lebih meningkat lagi," Katanya.

Koorwilcambidik Kecamatan Cilamaya Kulon H Undang Sukarta mengatakan, pihaknya apresiasi para tutor Paud dalam mendidik anak-anak sejak usia dini. Hak ini merupakan implementasi dari upaya melahirkan generasi masa depan yang semakin kreatif dan trampil, utamanya dalam kegiatan gebyar ini. Selain fisik, profesi guru Paud diakuinya harus banyak bersabar, karena masih minim honorariumnya dari Operasional Pemkab. Namun, diyakinkannya,  perjuangan untuk legitimasi oleh Pemkab masih dalam proses, bukan hanya honorer K2 saja , tetapi juga sebut Undang, akan berdampak pada guru Paud, bukan saja tutor, karena kedepan sangat memungkinkan para guru dan tutor Paud ini bisa dapat SK oleh Dinas, bahkan bisa disertifikaai." Mohon sabar dulu, soal fisik dan keprofesian kedepan sangat memungkinkan guru dan tutor Paud ini semakin sejahtera," Katanya.

Camat Cilamaya Kulon, Basuki Rahmat mengatakan, dengan digelarnya Gebyar Paud ini, ia justru sangat bangga dan apresiasi pada pengajar Paud, karena dengan ketelatenan mampu kembangkan kreasi dan bakat anak, apalagi jika melihat bakat anak, para guru bisa ciptakam kreasi yang membuahkan hasil bagi masa depan anak. Ia menghaturkan terimakasih kepada forum Himpaudi, yang telah mengingatkan jika ada Pemerintah Desa yang masih cuek pada lembaga Paud, oleh karenanya, sebagai tugasnya pembinaan dan fasilitator, ia berupaya mendorong para Kades di Cilamaya Kulon, agar bisa lebih masif dan pro lagi bagi fisik maipun program Paud di wilayahnya masing-masing." Terimakasih sudah di ingatkan, kita wewenanganya sebagai pembinaan dan fasilitator saja, selebihnya kita berharap para Kades bisa lebih pro pada Paud," Ungkapnya.
Posting Komentar