Awas Saat Ini Rentan Terjadi Peristiwa Obesitas Anak

PELITAKARAWANG.COM,Obesitas merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh yang diperlukannya,fungsi tubuh yang normal banyaknya masyarakat yang mengira anak gemuk itu sehat dan tidak sakit.(05/10/2018).
Ilustrasi:
Arya Permana
Anak Obesitas di Karawang
Obesitas terjadi karena pola makan yang kurang baik meningkatnya ketersediaan harga makanan yang murah di pasaran dan praktik untuk di masak,masyarakat dengan begitu cenderung lebih mudah mengalami kelebihan berat badan pun susah untuk dihindari.

Menurut data riset kesehatan dasar tahun 2007, prevalensi obesitas umur 15 tahun pada laki – laki sebesar 13,9 % dan pada perempuan sebesar 23,4%,sedangakan kejadian obesitas pada anak balita yaitu 12,2% dari jumlah Indonesia.Angka meningkat pada tahun 2010 menjadi 14% dan prevalensi berat badan berlebih pada usia 6 – 14 tahun dan laki – laki 9,5% dan perempuan 6,4% angka entiminasi WHO sebesar 10% pada anak berusia 5 – 17 tahun.

Menurut program kesehatan prevalensi obesitas tahun 2014 mencapai 20,5%,(Depkes RI, 2007).Angka prevalensi obesitas pada anak dilihat berdasarkan umur paling banyak di usia 10 tahun (48,8%) dan anak di umur 9 tahun (31,2%) dan angka yang paling sedikit di umur 8 tahun (20,0%).

Faktor - faktor penyebab obesitas pada anak,antara lain;

a. Faktor genetik.

Faktor genetik sangat berperan besar,bila orang tua obesitas kemungkinan 80% anak nya obesitas bila salah satu dari orang tua nya tidak obesitas hanya 40 %.

b. Faktor lingkungan.

Disekitar lingkungan masa sekolah banyak anak – anak yang jajan sembarangan dan kebiasaan anak sekolah yang jarang bawa bekel ke sekolah itu yang memicu berat badan meningkat naik karena makan ataupun jajan biasanya banyak mengandung lemak .

c. Faktor nutrisional.

Faktor nutrisi sangat berperan penting sejak anak pertama mulai mengenal pendamping ASI peran ibu sangat penting karena ibu sudah harus bisa pintar – pintar membuat makanan agar anak tidak mulai bosan dengan makanan.

Dampak obesits pada anak:

1. Diabetes.

Bahaya yang petama adalah diabetes seperti yang kita ketahui diabetes merupakan penyakit yang memicu oleh ketidakmampuan tubuh untuk bergerak maupun beraktifitas sehingga tubuh memproduksi insulin sehingga kadar gula dalam darah naik.Anak obesitas yang berakar pada pola makan yang tidak baik .

2. Penyakit Kardiovaskuler.

Rani Eka 
Rahmawati
Kebiasaan anak yang keseringan makan – makanan yang di goreng dan tinggi lemak misalnya makanan ayam goreng dan jajanan yang di goreng yang ada di pinggir jalan .Alasanya ,tidak lain karena tingginya kadar kandungan minyak serta lemak di dalam makanan maka semakin anak sering makanan yang berlemak maka semakin menumpuk hingga akhirnta menyumbat peredarah darah.

3. Asma.

Gangguan kesehatan yang umumnya ditandai dengan kesulitan bernapas , napas pendek sehingga anak terasa sakit dada dan terasa nyeri anak obesitas karena lemak serta bobot badan berlebih karena akan menekan paru – paru.

Karya: Rani Eka Rahmawati.
STIKES Jenderal Achmad Yani- Cimahi.
Posting Komentar