Sabtu, Oktober 12, 2019

Kematian Akbar Alamsyah, Polri Harus Transparan

 


PELITAKARAWANG.COM-.Korban demo pelajar Akbar Alamsyah meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto pada Kamis (10/10). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Polri melakukan penyelidikan secara serius dan harus transparan terhadap kasus meninggalnya Akbar.

Ketua Komnas HAM, Taufan Damanik, mengatakan, Komnas HAM telah membentuk tim untuk semua kasus demonstrasi mahasiswa, baik yang ada di Jakarta maupun di daerah lain. Tim dipimpin Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Internal, Hairansyah. Tim tersebut akan bekerja hingga Desember 2019 sekaligus mengantisipasi kemungkinan kembali terjadinya peristiwa serupa.
“Tim untuk semua kasus demo mahasiswa di Jakarta dan daerah lain. Yang ke Kendari dan Makassar belum kembali dari lapangan,” kata Taufan kepada Republika, Jumat (11/10).

Demo pelajar di DPR RI yang berakhir ricuh pada Rabu (25/9) menyebabkan banyak korban berjatuhan. Salah satu yang menjadi korban dalam demo pelajar tersebut adalah Akbar Alamsyah yang kemudian dirawat intensif di Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Subroto.

Akbar diketahui mengalami retak pada tempurung kepala dan sempat menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Keberadaan Akbar sempat tak diketahui keluarga pascademo pelajar tanggal 25 September 2019 dan baru diketahui pada 28 September 2019 dalam kondisi koma di rumah sakit.

Pihak keluarga memastikan, Akbar tidak berniat untuk ikut berdemonstrasi, tapi hanya ingin tahu demonstrasi di sekitar gedung DPR pada Rabu (25/9) yang berakhir ricuh itu. “Keterangan temennya mereka sengaja pergi mau lihat demo katanya di Slipi,” kata Andre (38 tahun), sepupu dari Akbar saat ditemui seusai pemakaman Akbar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wakaf belakang Seskoal, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Andre mengatakan, Akbar pergi bertiga bersama teman-temannya Rabu (25/9) malam. Mereka berangkat dari rumah temannya yang bernama Fajar di wilayah Kebon Mangga, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ketiganya pergi menggunakan satu motor, yakni motor milik Akbar. Mereka memarkir kendaraan sebelum Palmerah. “Mereka parkir di pinggir jalan, waktu kejadian suasana sudah ramai. Akbar ikut lari posisi di belakang temannya,” kata Andre.

Menurut Andre, kejadian tersebut berlangsung malam hari. Saat kericuhan terjadi Akbar dan temannya lari menghindari massa. Namun, posisi Akbar waktu itu terpisah dengan kedua temannya.

“Temannya yang selamat ini cerita waktu lari itu, dilihat ke belakang pertama kali Akbar masih tampak lari di belakangnya. Kedua kalinya dilihat sudah hilang, terpisah mereka karena saling menyelamatkan diri masing-masing,” kata Andre. (rol)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top