Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kapal Tenggelam, 8 Tewas

CILEGON-PELITAKARAWANG.COM  Musibah kecelakaan kapal yang menimbulkan korban jiwa terjadi di perairan Selat Sunda kemarin. Delapan orang tewas dalam insiden tersebut. 

Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahuga Jaya yang mengangkut 215 penumpang dan 78 unit berbagai jenis kendaraan tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tanker MT Norgas Cathinka, tepatnya 4 mil dari Bakauheni,Lampung,kemarin pagi.Akibat kejadian itu,8 orang tewas, 146 selamat, dan 69 orang masih dalam pencarian. Dari informasi yang dihimpun, 8 korban tewas tercatat salah satunya bernama Tri Nuraini, 35,warga Pamulang,Kota Tangerang Selatan,Banten.Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika, Kota Cilegon. 

Tujuh lainnya yang saat ini berada di Rumah Sakit Kalianda,Lampung,adalah Maryono, 35,warga Danau Ranau; Salim Priyono, 55, Patung,Kota Serang; Nazwa, 9, serta jenazah 3 perempuan dan 1 laki-laki tanpa identitas. Hingga tadi malam belum dapat dipastikan penyebab tabrakan. Namun,berdasar keterangan Polri, diduga tabrakan akibat keterlambatan manuver salah satu kapal.KM Bahuga Jaya yang mengalami kerusakan mesin dan tenggelam. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan, sebelum bertabrakan kedua kapal sebenarnya sudah samasama memberi sinyal.

‘’Karena melewati selat, informasinya mungkin tidak terlalu luas,pihak Bahuga Jaya sudah mengambil haluan kiri, kapal NGC sudah berupaya untuk mengubah haluan ke kanan. Tapi sayangnya ada yang terlambat bermanuver, terjadilah tabrakan,” ujar Agus di Mabes Polri kemarin. Kapal NGC yang berbendera Singapura pun menghantam lambung kanan KMP Bahuga Jaya yang miring ke arah kiri hingga 10 derajat.Kemiringan terus bertambah parah karena muatan kapal bergerak ke arah lambung kiri kapal. Dalam jangka waktu 40 menit, kapal pun tenggelam. 

Adapun sebagian besar penumpang yang panik berupaya menyelamatkan diri dengan naik ke dek atas. Untuk menyelidiki penyebab kecelakaan, Polda Lampung dan Polda Banten telah melakukan penyelidikan dibantu Kementerian Perhubungan, Badan SAR Nasional, dan ASDP.Kapal NGC kemarin langsung diamankan di pelabuhan Bakauheuni Lampung dan sang nakhoda sudah dimintai keterangan. 

Menteri Perhubungan EE Mangindaan menuturkan,berdasarkan laporan yang diterimanya, kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 04.48 WIB di koordinat LS 05.52.07, BT 015.50.07, empat mil dari Bakauheni atau dua mil dari Pulau Rimau Balak.Kapal tanker berbendera Singapura itu menabrak lambung kanan KMP Bahuga Jaya yang menuju Pelabuhan Bakauheni dan selanjutnya kapal sarat penumpang itu tenggelam pukul 06.00 WIB. 

Kepanikan di KMP Bahuga Jaya 

Tabrakan kapal meninggalkan trauma mendalam bagi penumpangnya, terutama penumpang KMP Bahuga Jaya, termasuk Afit, 26, warga Tanjung Pasir, Pada Suka, Pringsewu, Lampung, yang tengah dalam perjalanan balik kampung setelah menyambangi keluarganya di Jakarta. Saat itu, di tengah keheningan pagi,Afit yang berada di dek kelas ekonomi tengah merebahkan diri di alas yang tersedia di atas kapal yang memiliki panjang 95 meter dengan lebar 16,20 meter tersebut. 

Selang satu jam dalam perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Bakaheuni, Lampung, Afit yang tertidur pulas karena kelelahan mendadak terbangun karena terdengar benturan keras yang menyebabkan kapal mengalami guncangan yang sangat hebat. Beberapa penumpang yang mencari tahu sumber suara keras dan guncangan itu langsung termenung, sebab melihat kapal besar menabrak kapal Bahuga Jaya. sindo. www.pelitakarawang.com

Hide Ads Show Ads