Revisi Kurikulum Bahasa Sunda Mutlak Diperlukan
KUNINGAN-PEKA-.Kongres Bahasa Sunda X yang berlangsung di Kuningan, 30 November sampai 2 Desember 2016 kemarin, diantaranya menghadirkan puluhan nara sumber,salah satunya penulis Bahasa Sunda,Darpan.
Darpan, dalam paparannya di hadapan peserta kongres menegaskan kurikulum Bahasa Sunda baik untuk jenjang SD maupun pendidikan menengah, telah mengalami revisi.
Menurut Darpan, kurikulum Bahasa Sunda masuk dalam pengajaran muatan lokal yang mandiri. Dalam tataran pelaksanaannya, Jabar sudah konsisten menerapkan pengajaran Bahasa Daerah di sekolah-sekolah.
Dalam konteks revisi Kurikulum Bahasa Sunda mutlak diperlukan karena penerapan Kurikulum Bahasa Sunda dari awal pemberlakuannya sejalan dengan perkembangan kurikulum nasional , dengan adanya perubahan kurikulum Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka kurikulum Bahasa Sunda juga harus direvisi, ujar Darpan.
Adapun hal yang menjadi bahan revisi, ungkap Dappan sudah direkomendasikan pihak Disdik Jabar, yang dikukuhkan dalam kegiatan. yakni secara administratif, Kurikulum Bahasa Sunda dikembangkan dengan berpedoman pada rambu-rambu dan aturan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Perkembangan Kurikulum Bahasa Sunda harus disesuaikan dengan kondisi perkembangan jaman serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kurikulum Bahasa Sunda dalam penerapan di sekolah harus mempunyai target di semua jenjang pendidikan dan disesuaikan dengan standar kompetensi lulusan yang ditetapkan Kemendikbud.
Untuk target jenjang pendidikan, dalam pelaksanaan pengajaran Bahasa Sunda siswa harus menguasai penguasaaan kosa kata serta ketrampilan lainnya baik dari penguasaan berbahasa Sunda maupun kemampuan penulis. Dalam pengajaran Bahasa Sunda, harus bisa mengukur berapa jumlah buku yang sudah dibaca oleh siswa.