×

Iklan

Indeks Berita

Bulu Tangkis SEA Games 2021: Indonesia Optimis Meraih Emas dari Beregu Putri

17 Mei 2022 | Selasa, Mei 17, 2022 WIB Last Updated 2022-05-17T14:45:01Z

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, optimistis Indonesia mampu meraih medali emas SEA Games 2021 cabor bulu tangkis beregu putri.

Indonesia akan bertemu dengan Thailand pada partai final bulu tangkis beregu putri SEA Games 2021, Rabu (18/5/2022) di Bacqiang Gymnasium, Vietnam.

Ganda putri Indonesia, Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto

Rionny Mainaky menilai Indonesia punya kans meraih emas jika melihat susunan pemain, khususnya sektor tunggal putri.

Namun demikian, Rionny Mainaky tak ingin besar kepala. Dia memastikan anak-anaknya bermain all-out.

"Untuk besok di final kami bertemu Thailand. Dari skuad mereka memang harus diakui agak di atas terutama di nomor tunggal.Tapi kami akan tampil mati-matian," jelas Rionny Mainaky kepada PBSI.

Sejauh ini, penampilan sektor ganda cukup memuaskan bagi Rionny Mainaky, terlebih debutnya ganda Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Ribka Sugiarto/Febby Valencia Dwijayanti Gani.

Sementara pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, menilai kemenangan anak asuhnya atas Vietnam pada semifinal tak lepas dari unggul kualitas.

"Karena lawan levelnya masih di bawah, belum banyak yang dapat dievaluasi dari permainan Apri/Fadia dan Ribka/Febby," ujar Eng Hian.

"Saya lebih menyiapkan kondisi mereka untuk pertandingan final melawan Thailand Rabu besok," pungkas Didi.

Gregoria dapat Evaluasi Khusus

Pada partai semifinal bulu tangkis beregu putri SEA Games 2021, Gregoria Mariska Tunjung kalah dari Nguyen Thuy Linh lewat pertarungan rubber game 21-14, 17-21, dan 16-21.

"Secara garis besar penampilan anak-anak putri cukup bagus," kata Rionny Mainaky.

"Hanya ada beberapa yang harus dievaluasi. Khusus Gregoria, tadi mungkin ada tegang karena tampil pertama kali," jelasnya.

Sementara Gregoria mengakui kekalahannya dari tunggal putri Vietnam.

"Pada gim kedua dan ketiga lawan sebenarnya hanya menunggu saya melakukan kesalahan sendiri," kata Gregoria.

"Di sini saya juga kurang banyak variasi pukulan. Di dalam hati sebenarnya mau banget untuk berjuang mati-matian tapi tidak tahu kenapa malah tidak keluar. Saya akui kekalahan ini karena mental saya," lanjutnya.(*)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS