×

Iklan

Indeks Berita

Hutan Makin Lebat, Wisata Mangrove Pasirputih Perlu Revitalisasi "Duit" Pemkab Karawang

5 Mei 2022 | Kamis, Mei 05, 2022 WIB Last Updated 2022-05-05T00:45:04Z
Hutang mangrove di Pasirputih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon, semakin lebat. Namun demikian, infrastruktur wisata yang akrab di sebut Pusat Restorasi dan Pelatihan Mangrove (PRPM) tersebut, masih perlu sentuhan Pemkab untuk menopang ekonomi masyarakat pesisir di bidang pariwisata. 

Foto : Lokasi Wisata Pasir putih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon

Hal itu di ungkapkan anggota Pokmaswas Mina Jaladri, Suhaeri, Kamis (5/5/2022). Diakui Heri, dua tahun sempat sepi Karena pandemi, lokasi wisata mangrove pasirputih kembali ramai di serbu ribuan pengunjung setiap harinya. Selain melintasi keindahan mangrove yang semakin lebat dengan jembatan kayu yang mengantarkan pengunjng hingga ke pesisian laut, para pengunjung juga dk suguhkan berbagai wahana permainan anak yang sengaja di hadirkan saat lebaran. Tidak itu saja, spot-spot selfie bagi kaum milenial juga tak kalah di buatkan di beberapa titik lokasi wisata.

"Semua infrastruktur itu, sekarang ini perawatannya swadaya saja, tidak ada sentuhan bantuan anggaran pemerintah daerah, bahkan dari desa juga mungkin bukan jadi prioritas anggaran, " Katanya.

Suhaeri menambahkan, hutan yang semakin lebat dan faktor alam, beberapa diantaranya sudah menggerus material bambu dan kayu di lokasi wisata, hingga tersisa di pesisian. Karenanya, hanya dengan tiket Rp5000 perpengunjung, hanya mampir untuk perawatan kebersihan, keamanan dan honor para pegawai alakadarnya, karena belum bisa banyak membantu penambahan infrastruktur di pasirputih, begitupun Pertamina PHE ONWJ yang saat ini kunjungan dan bantuannya juga kurang masif sejak pandemi.

"Kita ini murah meriah, Rp5000 itu, Rp1 .500 nya sebagaimana Perdes di masukan ke PADes Desa. Tapi ya desa belum memprioritaskan revitalisasi lokasi wisatanya, begitu juga Disbudpar dan atau Dinas Kelautan dan perikanannya. Padahal selain hutan mangrove, laut di kita ini banyak memiliki terumbu karang dan penghasil rajungan terbesar di Jawa Barat dengan hadirnya TPI, jadi potensinya sangat banyak, " Katanya.

Sementara itu Ketua Pokmaswas yang juga pengelola wisata mangrove pasirputih, Sahari mengatakan, kunjungan pengunjung di Pasirputih meningkat musim liburan ini. Diakuinya, spot dan infrastruktur baik akses jalan dan pengembangan tempat wisata, belum bisa banyak di kembangkan karena belum begitu banyak di lirik pemerintah daerah. 

"Ya begitu adanya, kita harap kedepannbisa terus ada pengembangan dari pemerintah, " Ujarnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS