Breaking News
---

Jaga Hati di Era Digitalisasi, Ini Pesan Sekda Jabar dalam Reformasi Birokrasi

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja Membuka Rapat Koordinasi Reformasi Birokrasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 di Ballroom Grand Sunshine Hotel, Kabupaten Bandung, Selasa (17/4/22).
Sekda Jabar
Setiawan memaparkan bahwa capaian Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Provinsi Jawa Barat untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 2018 - 2021 telah melebihi target di angka 78,68. Kabupaten kota di Jawa Barat yang masih berada di atas 60 sebanyak 16 kabupaten/kota dan 11 kabupaten/kota dengan Indeks RB di bawah 60.
Oleh karena itu, ada tiga hal yang perlu ditingkatkan. Yaitu ASN harus profesional, kualitas pengadaan barang dan jasa dan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik.
“Maka ada dua strategi yang dapat kita selesaikan. Yang pertama adalah strategi penguatan sistem evaluasi kita, khususnya untuk perangkat daerah termasuk perangkat daerah di kabupaten/kota. Kemudian satu lagi adalah penguatan zona intregitas,” katanya.
“Dua strategi ini yang harus kita bangun untuk kita semua,” tegas Setiawan.
Kemudian Setiawan pun menuturkan capaian nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah) Pemda Provinsi Jawa Barat tahun 2021 meningkat signifikan yaitu 85,01 dengan predikat A. Sementara SAKIP 2020 ada di angka 81,28. Namun masih juga terdapat tujuh kabupaten/kota dengan nilai di atas 70 dan 20 kabupaten/kota dengan nilai di bawah 70.
Maka dipaparkan ada tiga strategi dalam penguatan SAKIP di tahun 2022 ini. Yaitu membangun, menetapkan dan memanfaatkan logika kerangka kerja, membangun literasi dan sekaligus review arsitektur kinerja pemerintah daerah dan perangkat daerah berdasarkan PermenPAN RB No 89 Tahun 2021; serta membangun literasi terhadap metode evaluasi SAKIP yang baru berdasarkan PermenPAN RN No 88 Tahun 2021.
Reformasi Birokrasi yang sedang berjalan di Jawa Barat akan berbanding lurus dengan adanya penyederhanaan struktur organisasi. Untuk fase pertama telah berhasil merampingkan sebanyak 7.334 fungsional yang terdiri dari 343 jabatan fungsional provinsi dan 6.991 jabatan fungsional di kabupaten/kota.
“Untuk fase dua sebanyak 1.360 jabatan. Jadi kalau melihat dari target, kita ini melebihi 289 persen dalam penyelenggaraan birokrasi ini,” paparnya.
Bahwa penyederhanaan birokrasi ini harus ada tindak lanjutnya. “Sebagai contoh bahwa kami mempunyai paling tidak ada empat peraturan Gubernur yang harus kita ubah,” ungkapnya.
“Pertama adalah tata hubungan kerja, kedua adalah mekanisme kerja kita, ketiga adalah penilaian kinerja kita dan keempat adalah pola karirnya,” tutur Setiawan.
Pada kesempatan ini Sekda Jabar berkesempatan menyerahkan anugerah pada Perangkat Daerah Terbaik dalam Implementasi Reformasi Birokrasi Tahun 2021, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No 002.6/Kep.856.BKD/2021. Intansi berprestasi:
- Peringkat pertama : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat
- Peringkat kedua : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
- Peringkat ketiga : Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat
- Peringkat keempat : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat
- Peringkat kelima : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat.

Menjaga kebeningan dan kebaikan hati amatlah penting di era digitalisasi dewasa ini, agar tidak mudah tepengaruh oleh hal-hal negatif. Hal itu diungkapkan Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja, dalam acara halal bihalal Idulfitri 2022, di lingkungan Diskominfo Jabar secara virtual, Rabu (18/5/2022).

"Terutama untuk ASN Jabar ya, jika kita tidak cerdas dan bijak dalam menggunakan internet, kita hanya akan terpengaruh okeh hal-hal negatif. Gampang share berita hoak, menggunjing dan lain sebagainya" jelas Setiawan.

Setiawan mengungkapkan pengguna internet di Jabar saat ini tercatat lebih dari 35 persen atau yang tertinggi di Indonesia. Hal itu selain menunjukan perkembangan positif tentang melek teknologi warga Jabar, tetapi juga dikhawatirkan dampak negatifnya.

"Jangan sampai pengguna internet yang tinggi itu, hanya menggunakan media sosial untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, karena itu Diskominfo memiliki peran penting untuk terus mengedukasi masyarakat menggunakan medsos dengan cerdas dan bijak" paparnya.

Dalam acara yang dibuka Kadiskominfo Jabar Ika Mardiah tersebut hadir pula para mantan Kadiskominfo Jabar seperti Dudi Sudrajat dan Setiaji. Acara inti diisi tausyiah yang disampaikan Ustad Budi Prayitno pembina masjid Al-Mi'raj rest area tol Purbaleunyi kilometer 97(SD).

Baca Juga:
Posting Komentar
Tutup Iklan