×

Iklan

Indeks Berita

KTT G20 Bali Terancam Tanpa Komunike, Ini Kata Menkominfo

14 Nov 2022 | Senin, November 14, 2022 WIB Last Updated 2022-11-13T18:38:38Z

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 masih dihantui tak menghasilkan kesepakatan atau leaders communique (komunike), meskipun merupakan ajang bergengsi bagi 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Dunia.

Foto : Johnny Plate

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Plate pun menegaskan bahwa Pemerintah sedang mengupayakan agar KTT G20 tak hanya sekadar menjadi ajang sia-sia yang tak menghasilkan satupun komunike.

“Terkait dengan outcome [komunike] KTT, baik di Sherpa track maupun di Finance track, saat ini tim sedang bekerja, kami berusaha dengan 3 substansi dengan 3 prioritas itu sedang bekerja. Nah, itu kami harapkan hasil yang maksimal,” ujarnya saat ditemui di Bali International Convention Centre (BICC), Kabupaten Badung, Bali, Minggu (13/11/2022)

Lebih lanjut, Johnny pun kembali menegaskan komunike akan diupayakan terjadi, meskipun presidensi G20 Indonesia sebelumnya berpeluang tidak mencapai kesepakatan karena isu geopolitik tentang memanasnya perang Rusia dan Ukraina.

Tidak hanya itu, dia juga memastikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai pemimpin Sherpa Track akan mengawal agar seluruh isu yang diangkat dalam pertemuan para menteri disepakati oleh negara-negara anggota G20.

“Nanti pak Menko Perekonomian sebagai ketua sherpa track pasti akan menyampaikan, kita tunggu lah. Namun, proses di substansi saat ini berjalan dengan baik, yang substansi ya. Sepengetahuan saya, substansi agenda prioritas Indonesia itu berjalan dengan baik,” katanya.

Johnny optimistis komunike akan terjadi lantaran tiga isu yang diangkat dalam G20 tidak bersinggungan langsung dengan isu geopolitik.

“Isu geopolitik itu realita yang dibicirakan di tingkat para pemimpin. Jadi, kalau geopolitik, isu-isu geopolitik kan bukan isu prioritasnya G20. Namun, itu bagian dari satu realita saat ini. itulah yang dibicarakan di sini [G20],” tuturnya.

Sekadar informasi, dalam KTT G20, tiga isu utama yang akan dirembuk para pemimpin negara adalah transformasi digital, arsitektur kesehatan global, dan transisi energi. Adapun dalam pembahasan seputar transformasi digital, Jhonny melanjutkan bahwa negara-negara anggota G20 sudah mencapai kesimpulan.

"Namun, sekali lagi komunike itu kan bukan hanya soal transformasi digital. Itu satu dokumen yang utuh," katanya.

Sebelumnya, sinyal tidak tercapainya kesepakatan dalam KTT G20 juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menilai wajar jika Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali gagal melahirkan komunike karena kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Kalau pada akhirnya [KTT G20] tidak melahirkan komunike, menurut saya, ya sudah, enggak apa-apa,” ujar Luhut pada Sabtu (12/11/2022).

Meski begitu, Luhut menilai bahwa terdapat lebih dari 361 capaian yang berlangsung dalam perhelatan Presidensi G20 Indonesia. Hal itu mencakup aspek kesehatan, dekarbonisasi, bisnis, dan lain-lain.

"Banyak yang bsia dicapai, seperti membangun kerja sama mangrove restoration, banyak area lain yang dicover di sini. Saya melihat leaders communique memang penting, jadi kita tetap berharap ada communique yang keluar," katanya.

Luhut menyebut bahwa kesepakatan-kesepakatan itu bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS), sehingga bukan sesuatu yang sederhana. Terdapat banyak kerja sama pula yang terjalin selama gelaran di Bali.


“Saya lihat leaders komunike penting, tetapi yang lebih penting lagi berbagai hasil dari pertemuan negara-negara G20 ini. Kami berharap beberapa waktu ke depan ada komunikasi, tetapi kalau tidak ya kita lihat yang lain,” pungkas Luhut.

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS