×

Iklan

Indeks Berita

Tol Cipali Dituding 'Mematikan', Sudahkan Truk ODOL Ditertibkan?

5 Des 2022 | Senin, Desember 05, 2022 WIB Last Updated 2022-12-04T17:36:26Z

Jalan Tol Cipali dituding menjadi salah satu jalan tol mematikan. Angka fatalitas di jalan tol yang membentang sejauh 116 km itu dilaporkan tinggi.

Kementerian Perhubungan mengungkap Tol Cipali memiliki angka fatalitas paling tinggi di dunia. Dalam data Kementerian Perhubungan diungkapkan, setidaknya setiap kilometernya ada 1 korban jiwa.

"Kecelakaan di jalan tol itu makin terus meningkat. Jalan tol Cipali adalah jalan tol yang nomor satu di dunia itu menjadi jalan tol yang fatalitas kecelakaannya paling tinggi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno.

Namun, menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, ada satu hal yang masih beredar di jalan raya dan mengancam keselamatan pengendara. Sony menyoroti masih beredarnya truk over dimension over load (ODOL).

"Kalau Kemenhub bicara seperti itu, menurut saya nggak fair. Karena toh Kemenhub juga harus koreksi diri, sudahkah (truk) ODOL sebagai perusak infrastruktur jalan tol dan menyumbang kecelakaan itu ditertibkan? Semua data kecelakaan harus detail sebab akibatnya," kata Sony seperti dikutip dari detikcom, Minggu (4/12/2022).
Jalan Tol Cipali dituding menjadi salah satu jalan tol mematikan. Angka fatalitas di jalan tol yang membentang sejauh 116 km itu dilaporkan tinggi

Menurut Sony, truk ODOL yang muatannya berlebih pasti merusak permukaan jalan. Kalau permukaannya aspal yang rusak, kerikilnya bikin licin sampai membuat lubang. Kendaraan yang melintas bisa mengalami selip, melintir, sampai pecah ban. Sementara kalau permukaan jalannya beton, maka akan retak dan membuat celah sampai amblas.

"Dan mereka (truk ODOL) sudah banyak merusak lajur kiri jalan tol Cipali. Sekarang si ODOL berjalan di kanan/tengah dengan kecepatan rendah. Bahaya kecelakaan tabrak belakang tinggal tunggu waktu. Kendaraan yang mau menyusul dengan kecepatan yang lebih tinggi lewatnya kiri atau bahu jalan. Gimana nggak bahaya kalau perilakunya seperti itu?" jelas Sony.

(rgr/din/detik)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS