*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Bareng Wamentan RI, Varietas Asal Sulsel Panen 12,5 Ton di Desa Pulomulya Lemahabang

Sukses berproduksi di Sidrap Sulawesi Selatan, Balai Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) tanam padi varietas VUB terstandar Inpari 36 dan Inpari 37 di lahan sawah Kelompok Tani Mekarjaya, Dusun Turimulya Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang di musim gadu ini. Hasilnya, padi Inpari 36 dan Inpari 37 di klaim hasilkan produksi versi ubinan 12,5 ton atau hasil real antara 8-9 ton perhrktar.

Foto : Wakil Menteri Pertanian dan Kepala Balai BSIP didampingi Muspida Saat Panen Varietas Inpari36 dan Inpari37 di Sawah Desa Pulomulya, Kecamatan Lemahabang Wadas Karawang

Atas kesuksesan proses tanam dan produksi, Wakil Menteri Pertanian Harvick Husnul Qolbi bersama Kepala Balai penerapan standar instrumen pertanian Jawa Barat Rustan Masinai, gelar panen raya bersama petani di lahan miliki Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karawang itu, Rabu pagi (23/5/2023). 
Hadir dalam kesempatan panen raya itu, Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana, Perwakilan PT Pupuk Kujang, Kapolres Karawang, Wakil Ketua DPRD dan Sejumlah pejabat di Lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang. 

"Yang di panen ini Inpari murni yang dibawa Kepala BSIP Jawa Barat sekitar 500 Kilogram dari Sidrap Sulsel dan di
Bagikan secara gratis ke 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat di musim Gadu ini. Wal hasil, produksinya dari 27 Kabupaten/kota, tembus 12-13 ton hasil ubinan atau real produksi sekitar 8-9 ton perhektar. Jadi yang hebat bukan saya, tapi KTNA Karawang ini, karenanya tahun depan kita siap pasok 50 ton benih Inpari 36 dan inpari37 ini ke 27 Kabupaten/kota di Jawa Barat, sehingga diperkirakan bisa di tanam sekitar 2.000 hektar pada musim berikutnya di Jabar, " Kata Kepala Balai penerapan standar instrumen pertanian Jawa Barat Rustan Masinai.

Foto : Wakil Menteri Pertanian dan Kepala Balai BSIP didampingi Muspida Saat Panen Varietas Inpari36 dan Inpari37 di Sawah Desa Pulomulya, Kecamatan Lemahabang Wadas Karawang

Khusus di Karawang sebut Masinai, semua KTNA Kecamatan akan dibantu Inpari36 dan 37 ini secara gratis masing-maskng 50 kilogram. Ia yakinkan, bahwa varietas ini, bukan lagi hasil riset, tapi berdasarkan produksi yang beredar dan punya standar pembudidayaan GHP dan GAP, termasuk produktivitasnya dan sertifikasi benihnya terjamin. Lebih dari itu, tekstur nasinya pulen dan di gemari masyarakat.
"Sehingga, ketika ada penyusutan lahan, bagiamana kita  datangkan VUB hasil tinggi salah satunya adalah memggunakan benih Inpari 36-37, " Ujarnya.

Wakil Menteri Pertanian, Harvic Husnul Qolbi menyatakan, semua sektor semakin menggeliat dan kompetitif harganya. Dirinya tidak meragukan sektor pertanian di Karawang, selain lahan yang cukup luas, produksi pertaniannya juga mampu mensuplai ketahanan pangan di Jawa Barat dan nasional. Semoga, pangan dan hasil pertanian padi, tidak terdampak beragam gejolak politik di tengah situasi jelang pemilu, termasuk upaya-upaya dan target produksi lebih luas di sektor ini diharapkan terus bisa berkesinambungan dan berkelanjutan.

"Kami tidak ragukan soal pertanian di Karawang, Ibu Bupati detail menjelaskan bagaimana produksinya, jaminan regulasi hingga programnya. Kami tentu berharap, dengan produksi yang semakin meningkat, Karawang bisa semakin sejahtera masyarakat taninya, " Ungkapnya. (Rd)

Komentar0