Siswa Lulusan Paud yang sudah masuk kelas 1 SD, rata-rata masih ada yang belum mengeluarkan/meluluskan keterangan agar Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nya di cabut dan beralih masuk datanya ke SD. Kondisi ini, di keluhkan sejumlah guru SD di Karawang. 
Foto ; Koorwilcambidik H Empu Saepudin dan Penilik Kecamatan Majalaya Romli S.pd


"Banyak yang belum di cabut Dapodiknya saat masuk SD, jadi kalau masih belum di keluarkan pihak Paud kemudian kami di SD lebih memilih input manual, apalagi kalau ganda, nanti harus di laporkan dulu ke Disdikpora, " Kata Guru asal Karangpawitan, Novi Purnama S.pd, Kis (20/7/2023).

Penilik Koorwilcambidik Majalaya, Romli S.pd mengungkapkan, memang ada beberapa Paud maupun TK yang belum juga memberi keterangan meluluskan atau mengeluarkan, sehingga dapodiknya belum di cabut. Ini, seharusnya sudah di selesaikan jelang pendaftaran ke bangku SD.

"Kami akan terus sisir semua Paud yang berjumlah 43 di Majalaya agar segera data lagi siswa yang belum di cabut Dapodiknya. Kecuali siswa yang tidak paud, jadi saat masuk SD itu langsung di daftar manual oleh operator sekolah, " Ungkapnya. 

Koorwilcambidik Majalaya, Empu Saepudin S.pd mengatakan, karena sekarang ini ada istilah transisi Paud - SD, sebenarnya persoalan belum di cabutnya dapodik siswa Paud yang hendak masuk ke SD ini sudah sering di sosialisasikannya. Karena, masih ada yang tersisa, pihaknya menghimbau semua Paud yang 43 agar detail mendata kembali siswa yang belum di keluarkan dapodiknya. Begitupun pada Operator di 20 SD negeri dan swasta, agar kiranya berkoordinasi dengan paud asal siswa jika ada siswa baru yang dapodikmua belum di cabut. 

"Saling komunikasi dan koordinasi saja antara SD dan Paud, jeda waktunya sampai Agustus September, jangan sampai ada anak SD urusan dapodikmya tidak kelar, karena bisa mempengaruhi pada Bos dan data pendidikan lainnya, " Pintanya. (Rd)