Sebuah kisah mengerikan terkuak di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang.(10/9/23).

Kepala Desa setempat, Endang Macan Kumbang, mengungkapkan bahwa ratusan warganya, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga nenek-nenek, terjerat kecanduan obat terlarang jenis eximer dan tramadol.

Endang menuturkan, semua berawal saat dirinya menerima laporan dari warga bahwa di Desa Mulyajaya, Kabupaten Karawang ada seorang bandar narkoba yang bebas beroperasi.

Si bandar tersebut dikabarkan dengan santainya menjual barang-barang terlarang seperti eximer, dan tramadol.


Mendengar hal itu, Endang tidak tinggal diam, ia segera melakukan investigasi mendalam dan menemukan bahwa laporan tersebut benar adanya. Penangkapan tersebut berhasil mengamankan sejumlah obat-obatan terlarang dari tangan bandar tersebut.

Namun, hal yang paling mengkhawatirkan adalah fakta bahwa pelaku menjual obat-obatan terlarang ini kepada berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak SD dan bahkan para lansia.

Modus penjualan awalnya dilakukan dengan menawarkan obat-obatan tersebut secara gratis, dengan klaim bahwa obat-obatan tersebut dapat meningkatkan stamina dan semangat kerja,seperti dilansir Jawa Pos, (9/8/23).


Foto ilustrasi orang kecanduan obat


Cerita ini pun menyebar dengan cepat melalui mulut ke mulut di kalangan para petani. Banyak dari mereka yang akhirnya tergoda untuk mencoba obat tersebut sebelum melakukan aktivitas pertanian mereka.

Akibatnya, sekitar 150 warga Desa Mulyajaya yang beragam usia mengakui bahwa mereka telah kecanduan obat-obatan terlarang tersebut. Saat ini, Desa Mulyajaya memiliki populasi sekitar 2.758 jiwa dengan mayoritas penduduknya (90 persen) adalah petani. 


Kisah mengerikan ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah setempat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda hingga kaum lansia.

Diketahui secara umum untuk obat Excimer (Chlorpromazine) adalah obat golongan antipsikotik fenitiazina yang digunakan untuk mengobati gangguan mental seperti perilaku agresif yang membahayakan, kecemasan dan kegelisahan, skizofrenia, psikosis,  serta autisme, dan juga mengatasi mual, muntah dan cegukan yang lama. 

Gunakanlah obat ini sesuai dengan anjuran Dokter.

Efek obat tersebut pada umumnya akan hilang dengan sendirinya jika baru mengkonsumsi sekali dan tidak dilanjutkan. 

Beberapa efek samping yang dapat timbul pada penggunaan obat tersebut adalah:

  • Mengantuk
  • Mual
  • Gemetaran
  • Gelisah
  • Gangguan tidur
  • Penurunan libido atau gairah seks
  • Sakit kepala dan pusing
  • Pandangan kabur
  • Mulut terasa kering
  • Detak jantung yang meningkat

Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke Dokter, untuk mengetahui apakah terdapat efek sisa dari obat yang Anda gunakan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan secara tepat.

 

Ini bahaya kecanduan tramadol yang perlu diwaspadai

Meski tujuan awalnya bagus, yaitu untuk meredakan sakit, kecanduan obat bukanlah hal yang baik. Termasuk pada kasus kecanduan tramadol. Orang yang kecanduan tramadol biasanya memiliki keinginan kuat untuk terus mengonsumsi obat tersebut.

Selain dapat menyebabkan kecanduan, penggunaan tramadol juga dapat menyebabkan efek samping berupa mual, muntah, sembelit, pusing, rasa kantuk dan sakit kepala. Bahkan, yang paling parahnya, kecanduan tramadol dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi otak, hingga kematian.

Namun, jika orang yang kecanduan tramadol berhenti mengonsumsi obat tersebut, ada beberapa gejala putus obat yang dapat dialami, seperti:

  • Diare.
  • Berkeringat.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Nyeri otot.
  • Kegelisahan.
  • Insomnia.
  • Tremor.

Tramadol merupakan yang dapat digolongkan sebagai narkotika, karena obat ini termasuk dalam kelas obat agonis opioid. Obat ini biasanya diresepkan dokter sebagai analgesik atau pereda nyeri. 

Adapun cara kerjanya adalah dengan mengubah respons otak dalam merasakan sakit. Perlu diketahui bahwa tubuh manusia menghasilkan sejenis opioid yang disebut endorfin. 

Zat tersebut dihasilkan oleh otak, yang berikatan dengan reseptor atau bagian sel yang menerima zat tertentu. Reseptor tersebut kemudian mengurangi sinyal rasa sakit yang dikirim tubuh ke otak. Nah, cara kerja obat tramadol bisa dibilang mirip seperti endorfin.  

Tramadol tidak boleh digunakan sembarangan. Dokter biasanya meresepkan obat ini pada pengidap kanker, pasien yang baru saja menjalani operasi, pengidap nyeri saraf, luka atau sakit akibat kecelakaan, keseleo, patah tulang, dan lain-lain.

Namun, obat ini tidak cocok dikonsumsi oleh semua orang, sehingga penggunaannya harus benar-benar di bawah pengawasan dokter. Belum lagi, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping, seperti yang dijelaskan tadi. 

Pengidap kecanduan tramadol perlu mempersiapkan diri, jika terjadi hal-hal di kemudian hari. Berikut ini beberapa tips yang bisa membantu:

  • Ketahui dan pahami betul-betul manfaat jika berhasil terbebas dari tramadol. Kemudian, jadikan hal itu sebagai motivasi untuk menjalani rehabilitasi dengan semangat.
  • Siapkan diri untuk menghadapi gejala putus obat. Waspadailah adanya gejala sakau, depresi, atau keinginan bunuh diri. Lalu, hadapilah dengan positif sebagai bagian dari proses pemulihan jangka panjang.
  • Pastikan berada dalam lingkungan yang bisa mendukung untuk terbebas dari kecanduan tramadol. Bila perlu, ikutlah terapi dalam kelompok atau bergabung dengan komunitas orang yang berhasil sembuh dari kecanduan obat.

Itulah penjelasan mengenai bahaya kecanduan tramadol dan tips mengatasi yang mungkin bisa membantu. Perlu diingat, untuk bisa sembuh dari kecanduan tramadol atau obat apa pun membutuhkan niat yang kuat, serta dukungan dari orang terdekat. 

Jadi, jangan lupa minta dukungan dari orang tersayang, ya. (.)